Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kabupaten Kuningan Jaga Regenerasi Petani

Nurul Hidayah    
12/11/2025 19:34
Kabupaten Kuningan Jaga Regenerasi Petani
Sejumlah anak muda mengikuti pelatihan pertanian untuk petani muda di Kabupaten Kuningan.(MI/NURUL HIDAYAH)

PEMERINTAH Kabupaten Kuningan melakukan regenerasi petani di wilayahnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa pmerintah daerah  berkomitmen untuk menjaga regenarasi petani.

“Saat ini sebanyak 32 peserta yang merupakan petani muda tengah mengikuti program magang usaha tani bagi regenerasi petani,” tuturnya Rabu (12/11).

Program tersebut telah berlangsung sejak 6 November 2025 lalu hingga 31 Desember 2025 di pusat pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya (P4S) Lembah Kemuning, Kelurahan/Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Dijelaskan Wahyu, program pelatihan untuk petani muda ini merupakan kolaborasi  antara Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan.

“Tujuannya  memperkuat regenerasi petani muda, membangun kemandirian usaha pertanian, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan agribisnis,” tambahnya.

Dengan mengikuti pelatihan selama 45 hari, peserta akan mendapat teori dan praktik lapangan mencakup analisis tanah, pembuatan pupuk kompos, pengendalian hama alami, serta pengelolaan lahan pertanian sehat.

”Kami berharap program ini mampu menyiapkan generasi petani inovatif dan tangguh,” tandas Wahyu.

Regenerasi petani bukan sekadar mengganti yang tua dengan yang muda, tapi menciptakan generasi baru yang kreatif, berpengetahuan, dan mandiri secara ekonomi. Magang ini adalah langkah nyata menuju pertanian masa depan yang tangguh dan berkelanjutan.

Sementara itu salah satu peserta, Fatwa Agung, mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru dengan mengikuti pelatihan tersebut.

“Baru beberapa hari saja, kami sudah banyak menerima ilmu baru. Kami belajar uji tanah, membuat kompos cair, dan memanfaatkan kohe sapi. Banyak hal baru yang membuka wawasan kami,” tambahnya.

Sementara itu pemilik P4S Lembah Kemuning, Dani, menjelaskan bahwa pelatihan terintegrasi dengan peternakan sapi perah yang dimanfaatkan sebagai sumber bahan pupuk.

“Kami memiliki 25 ekor sapi perah. Para peserta belajar memanfaatkan kotoran hewan menjadi pupuk dan menyiapkan lahan organik untuk tanaman cabai, selada air, dan sayuran lain,” tuturnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner