Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kuningan diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG). Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun sekitar 80 siswa SMA Negeri 1 Luragung, Kabupaten Kuningan hari ini, Jumat (3/10) dilarikan ke puskesmas setempat. Puluhan siswa tersebut mengaku mual, bahkan ada pula yang muntah dan perut melilit yang tak kunjung membaik.
“Saya merasakan sejak makan makanan MBG kemarin,” tutur Cantika, siswi kelas 11 saat menjalani perawatan di Puskesmas Luragung, Jumat (3/10).
Namun Cantika mengaku masih kuat dan memutuskan untuk tetap masuk sekolah hari ini. Setiba di sekolah, kondisinya tak kunjung membaik. Hingga akhirnya kondisinya tak kunjung membaik dan perutnya semakin sakit. Hingga akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk membawa Cantika dan siswa lainnya yang juga mengeluhkan kondisi yang sama ke puskesmas.
Kepala Puskesmas Luragung, Nanay Handayani, menjelaskan ada sekitar 80 siswa yang hari ini menjalani observasi di puskesmas. Sebanyak 5 siswa harus dirujuk ke rumah sakit KMC dan empat lainnya dirawat di puskesmas tersebut. Sedangkan siswa lainnya setelah diobservasi diperbolehkan pulang dengan dibekali obat-obatan dari puskesmas. “Kami mendapatkan informasi ada 103 anak lainnya yang hari ini tidak masuk sekolah,” tutur Nanay. Ratusan siswa yang tidak hadir mengaku sakit dengan gejala yang sama dengan teman mereka yang berobat di puskesmas tersebut.
Selanjutnya tim kesehatan kini akan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab sakitnya siswa di SMAN 1 Luragung tersebut. “Kita akan melakukan uji laboratorium,” tutur Nanay. Mereka sudah mengumpulkan menu makanan yang dimakan siswa kemarin yang terdiri dari ayam kecap, acar, tempe dan anggur. Sejumlah siswa mengaku sempat mencium dan merasakan bau tak sedap pada ayam yang disuguhkan. Sehingga beberapa siswa tidak menghabiskan menu MBG mereka.
Sementara itu data dari Ketua Satgas MBG dan Pj Sekda Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan pada hari ini tercatat 84 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Luragung. Dari jumlah itu, 7 siswa sempat diinfus dan kini tersisa 4 yang masih dalam penanganan. Selain itu, 5 siswa lainnya juga dirawat di Kuningan Medical Center (KMC). “Gejalanya rata-rata diare. Dari keterangan siswa, menu ayam kecap yang dikonsumsi terasa agak berlendir. Sampel makanan dan sampel dari siswa sudah diambil, saat ini menunggu hasil laboratorium,” kata Wahyu.
Selain siswa yang dirawat, data mencatat ada 113 siswa yang tidak masuk sekolah hari ini. Mereka diduga terdampak setelah makan menu MBG sehari sebelumnya. “Kami sudah minta pihak sekolah untuk memastikan apakah ketidakhadiran mereka karena sakit biasa atau memang akibat keracunan. Kita harus hati-hati,” ujarnya.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah menurunkan tim investigasi epidemiologi serta mengamankan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium Provinsi Jawa Barat. Jadi untuk sementara operasional SPPG Penyalur MBG ke SMA. (H-3)
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan data statistik terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hingga saat ini.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menjangkau sebanyak 60,2 juta orang penerima manfaat.
Presiden Prabowo menyatakan dana MBG bersumber dari hasil efisiensi dan penghematan terhadap praktik belanja negara yang selama ini tidak produktif dan rawan
PRESIDEN Prabowo Subianto curhat soal pertama kali meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengaku sempat mendapat ejekan dari kalangan intelektual.
Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Kautsar Al-Akbar juga menyuplai kebutuhan dalam ekosistem program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong optimalisasi distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjangkau kelompok rentan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved