Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

MBG Disebut Putar Ekonomi Desa

M Ilham Ramadhan Avisena
27/2/2026 20:38
MBG Disebut Putar Ekonomi Desa
Pelajar menyantap MBG.(MI/Kristiadi)

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.

Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Cilacap, Yudha Prasetyo, menyebut efek program tersebut dirasakan langsung oleh petani, peternak, pedagang, hingga relawan lokal.

"Program MBG sebenarnya sangat memutar perekonomian rakyat apalagi untuk warga lokal, karena jika ada warga lokal yang punya ladang sayur atau apapun itu, termasuk hasil ternak, pihak MBG di lingkungan tersebut wajib membelinya," kata Yudha Prasetyo dikutip pada Jumat (27/2).

Ia menjelaskan, kebutuhan bahan pangan untuk satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) cukup besar. Dengan asumsi sekitar 2.000 siswa penerima manfaat, setiap dapur MBG membutuhkan 100-160 kilogram sayuran per hari. Untuk produk hewani seperti telur dan daging ayam, kebutuhannya mencapai 160-200 kilogram per hari.

Dalam satu kecamatan, jumlah SPPG bisa berkisar antara 6 hingga 24 unit. Artinya, potensi perputaran bahan pangan menjadi signifikan.

"Sementara satu kecamatan di sini bisa memiliki 6-24 SPPG. Maka perputaran ekonominya luar biasa. Asumsikan ada 10 SPPG saja, maka setiap hari butuh 1-1,6 ton sayur, dan 1,6-2 ton telur atau daging ayam," terangnya.

Menurut Yudha, pasokan tersebut dipenuhi oleh beberapa penyedia barang di tiap SPPG, dengan sistem pembayaran cepat.

"Rata-rata ada 4-6 supplier tiap SPPG. Skema pembayaran langsung, barang datang H+1 uang masuk ke rekening supplier," jelasnya.

Selain menyerap hasil pertanian dan peternakan warga, program ini juga melibatkan tenaga dari lingkungan sekitar. Ia menegaskan keterlibatan warga menjadi bagian dari skema operasional dapur MBG.

"Untuk relawan itu wajib 70% warga sekitar," pungkasnya. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya