Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Prabowo Curhat Sempat Diejek Profesor soal MBG: Mereka Ramalkan Pasti Gagal

Rahmatul Fajri
13/2/2026 12:10
Prabowo Curhat Sempat Diejek Profesor soal MBG: Mereka Ramalkan Pasti Gagal
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan SPPG Polri(Dok. Metro Tv)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan pengalamannya saat pertama kali meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengaku sempat mendapat ejekan dari kalangan intelektual dan akademisi yang meragukan efektivitas program tersebut.

“Waktu saya meluncurkan program ini, saya diejek, saya dituduh macam-macam. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya,” ungkap Presiden Prabowo saat peresmian SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Presiden Prabowo mengaku para profesor tersebut meramalkan bahwa program MBG akan mengalami kegagalan dan hanya menjadi sarana untuk menghambur-hamburkan anggaran negara. Ia menyayangkan adanya narasi yang menyerang kebutuhan dasar rakyat kecil hanya karena dendam pribadi.

“Mereka meramalkan proyek ini pasti gagal, menghambur-hamburkan uang. Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki, itu biasa. Tapi menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang yang ekonominya belum kuat, itu sungguh menyedihkan bagi saya,” katanya.

Meski dihujani kritik, Presiden Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa program MBG berada di jalan yang benar. Ia menyoroti kondisi 25% anak Indonesia yang saat itu mengalami stunting akibat kurang gizi kronis. Baginya, stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan dampak dari proses pemiskinan rakyat yang harus dihentikan melalui intervensi langsung.

“Kita tidak bisa dengan teori atau hanya kata-kata indah. Satu-satunya jalan adalah intervensi langsung pemerintah kepada anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Stunting mengakibatkan sel otak dan tulang tidak berkembang baik, kita harus hentikan ini,” tegasnya.

Presiden Prabowo mengatakan Indonesia bukanlah negara pertama yang menjalankan program makan gratis. Menurut studinya, sudah ada lebih dari 75 negara yang menjalankan program serupa guna memastikan kesejahteraan rakyatnya.

“Mungkin bagi mereka yang di atas, makan bergizi gratis tidak penting. Tapi di seluruh dunia, program ini sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat. Indonesia mungkin negara yang ke-76 atau ke-77 yang melaksanakannya,” pungkas Prabowo. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya