Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ALIRAN sungai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tercemar bakteri Escherichia Coli (e-coli). Kondisi tersebut salah satunya dipicu budaya masyarakat yang masih membuang sampah ke aliran sungai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan
tingkat kandungan e-coli di aliran sungai di Kabupaten Cianjur masih berada pada level sedang. Pemicunya akibat sampah yang dibuang
ke aliran sungai.
"Tapi kandungan e-coli tidak kritis. Kategorinya sedang," paprany, Kamis (4/7).
Baca juga : Mobil Pikap Terjebak Arus Deras Luapan Sungai Cigadung Cianjur
Saat ini indeks kualitas air (IKA) sungai di Kabupaten Cianjur sebesar
angka 50,78. Masih butuh berbagai upaya agar IKA bisa mencapai angka 65
sesuai target.
"Ini artinya, IKA di Cianjur belum mencapai optimate load-nya. Masih
kurang karena ada beberapa indikator yang belum tercapai," tambahnya.
Komarudin mengaku butuh upaya meningkatkan kualitas air sungai. Terutama sampah yang selama ini merupakan polutan di aliran sungai.
Baca juga : Sungai Cidamar Meluap, Tiga Kampung di Cianjur Terendam
"Permasalahan kualitas air di Kabupaten Cianjur itu karena masyarakat masih membudayakan membuang sampah ke aliran sungai. Target kami, sosialisasi kepada masyarakat harus lebih masif supaya tidak membuang sampah ke sungai," imbuhnya.
Soal limbah rumah tangga maupun pabrik, menurut Komarudin, di Kabupaten
Cianjur tidak terlalu memengaruhi kualitas air. Pasalnya, saat ini di
rumah warga sudah memiliki septic tank.
"Tercemarnya air sungai oleh limbah e-coli memang dipengaruhi sampah. Kalau untuk limbah rumah tangga tidak terlalu karena sekarang rata-rata
masyarakat di rumahnya sudah memiliki septic tank," kata dia.
DLH Kabupaten Cianjur mulai merutinkan pembersihan sampai di kawasan hulu aliran sungai. Terutama yang bermuara ke Sungai Citarum.
"Sudah dua kali kita mulai lakukan pembersihan di wilayah hulu. Pada Sabtu ini kami akan turun ke kawasan hulu Sungai Cikundul. Hulunya berada di Kecamatan Sukaresmi. Di wilayah ini banyak sampah yang berada di sungai, terutama di Cikanyere. Kita akan lakukan pembersihan sampah," pungkasnya.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved