Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Enam Warga Cianjur Diduga jadi Korban TPPO, KDM Jemput Langsung ke NTT

Benny Bastiandy
25/2/2026 17:09
Enam Warga Cianjur Diduga jadi Korban TPPO, KDM Jemput Langsung ke NTT
Ilustrasi TPPO.(Dok. Freepik)

SEBANYAK enam orang warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Bersama mereka, terdapat juga beberapa warga lain yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. Keberadaan mereka terdeteksi di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) pun langsung turun tangan menjemput mereka.

Turut mendampingi KDM antara lain Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.

Berdasarkan informasi, jumlah warga Jawa Barat yang jadi korban TPPO sebanyak 13 orang. Enam orang di antaranya merupakan warga Kabupaten Cianjur dan sisanya dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Para korban yang seluruhnya perempuan itu diduga mengalami kekerasan dan sejenisnya. Kabarnya, mereka dipaksa bekerja di sebuah tempat hiburan malam.

Mereka akhirnya bisa diselamatkan hingga dievakuasi setelah jajaran kepolisian setempat melakukan penyelamatan usai mendapat informasi. Kini, semua korban dugaan TPPO sudah kembali ke Jawa Barat. 

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P2KBP3A Kabupaten Cianjur, Tisnawanti Putri, menjelaskan informasi adanya warga Cianjur yang diduga jadi korban TPPO diterima UPTD PPA pada Minggu (22/2). Informasi itu kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan berbagai pihak di NTT.

"Setelah mendapatkan informasi minggu lalu, kita langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak di NTT. Baik dengan 
Ketua Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores, Suster Ika, maupun Polda NTT serta pihak lainnya.

"Alhamdulillah, mereka (korban dugaan TPPO) dijemput bapak Bupati yang berangkat langsung bersama bapak Gubernur ke NTT," kata Trisnawanti, Rabu (25/2).

Dari enam orang warga Cianjur yang jadi korban dugaan TPPO, satu orang di antaranya sudah kembali terlebih dulu.  Sehingga, warga Cianjur yang saat dijemput di NTT sebanyak lima orang.

Trisnawanti menuturkan, sesuai kewenangan dan tupoksi, kasus dugaan TPPO selanjutnya akan ditangani pihak kepolisian melalui Unit PPA. Sementara UPT PPA DP2KBP3A Kabupaten Cianjur telah melakukan penjangkauan terhadap pihak keluarga korban.

"Dari enam orang itu, tiga orang merupakan warga Kecamatan Cianjur, dua dari Kecamatan Warungkondang, dan satu dari Kecamatan Cikalongkulon," tuturnya.

Penjangkauan terhadap keluarga dilakukan untuk memastikan kesesuaian data korban. Pasalnya, pada kasus dugaan TPPO, biasanya identitas tak sesuai dengan administrasi kependudukan.

"Bisa saja kan menggunakan KTP orang lain misalnya. Jadi, penjangkauan inj lebih kepada asesmen," ungkapnya.

Trisnawanti menyebutkan, saat ini UPTD PPA Dinas P2KBP3A menunggu tindak lanjut arahan dari pemerintah provinsi. Informasi terakhir, kabarnya seluruh korban TPPO akan ditempatkan dulu di Bandung untuk dilakukan pemulihan. "Kami menunggu arahan lebih lanjut," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner