Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Farhan Bakal Audit Keselamatan dan Transparansi Proyek Galian Kabel Udara

Naviandri
24/2/2026 21:09
Farhan Bakal Audit Keselamatan dan Transparansi Proyek Galian Kabel Udara
Galian kabel bawah tanah tengah dilakukan di banyak sudut Kota Bandung(MI/NAVIANDRI)

WALI Kota Bandung Muhammad Farhan mengambil langkah tegas terkait proyek galian kabel udara yang belakangan dikeluhkan warga.  Selain memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan, proyek tersebut juga disorot karena dinilai belum maksimal dalam aspek keselamatan.

Farhan memberikan tenggat waktu kepada PT BII dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk segera menyerahkan lini masa kerja yang jelas dan terukur.

Ia meminta agar setiap titik galian memiliki kepastian waktu mulai, target penyelesaian, hingga penutupan kembali badan jalan.

“Ketika galian dimulai, harus jelas kapan selesainya dan kapan ditutupnya. Timeline itu wajib diinformasikan ke media dan masyarakat supaya warga punya ekspektasi,” tegasnya, Selasa (24/2).

Menurut dia, keterbukaan informasi menjadi kunci agar masyarakat tidak merasa dibiarkan dalam ketidakpastian. Dengan adanya batas waktu yang disampaikan secara terbuka, warga dapat memahami jika terjadi kemacetan sementara dan mengetahui kapan kondisi akan kembali normal.

Tak hanya soal jadwal, wali kota juga mengumumkan akan melakukan audit ulang terhadap standar keselamatan proyek galian.

"Saya menilai ada yang perlu dievaluasi dalam penanganan pencegahan kecelakaan di lapangan. Digali itu kan menghalangi jalan. Pertanyaannya, bagaimana memastikan pengguna jalan tetap aman sebelum perbaikan selesai. Ini yang akan kami audit ulang,” paparnya.

Langkah ini, kata politikus Partai NasDem itu, diambil setelah adanya insiden yang diduga berkaitan dengan lubang galian.

Dia menyoroti pelaksanaan teknis para kontraktor yang dinilai belum seragam dalam menerapkan standar pengamanan.

Terkait kekhawatiran warga soal lubang galian, Farhan memastikan seluruh titik akan ditutup kembali dengan sistem penutup permanen (mainhole) yang dapat dibuka-tutup sesuai kebutuhan perawatan jaringan. Secara desain sistem tersebut terlihat baik, namun implementasinya di lapangan membutuhkan pengawasan ketat.

Desainnya bagus, tapi pelaksanaannya memang tidak semudah itu. Karena kontraktornya saya  belum seragam cara kerjanya.

"Tantangan dalam menyelaraskan proyek galian kabel dengan program perbaikan jalan. Jika dilakukan bersamaan, dikhawatirkan terjadi saling menunggu antara pekerjaan jaringan dan pengaspalan ulang. Kabel belum selesai, jalan belum bisa dibereskan. Ini memang pilihan berat, tapi harus kita jalankan,” jelasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner