Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Kabupaten Sukabumi Diguncang Gempa Dangkal Bermagnitudo 3,2

Benny Bastiandy
24/2/2026 18:00
Kabupaten Sukabumi Diguncang Gempa Dangkal Bermagnitudo 3,2
GETARAN GEMPA: Warga Kampung Sukamantri Desa/Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi sempat merasakan getaran gempa bermagnitudo 3,2 pada Selasa (24/2/2026).(MI/Benny Bastiandi)

KABUPATEN Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa tektonik bermagnitudo 3,2, Selasa (24/2). Namun, dilaporkan tidak ada dampak kerusakan akibat peristiwa tersebut.

Berdasarkan data yang dirilis BMKG, gempa tektonik terjadi pada pukul 10.08 WIB. Episenternya terletak pada koordinat 6.75 LS dan 106.57 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 26 kilometer Timur Laut Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 6 kilometer.     
 
Wilayah yang terdeteksi merasakan getaran gempa bumi berada di Kecamatan Kalapanunggal dan Kabandungan. Di kedua wilayah itu, BMKG memetakannya sebagai skala intensitas III MMI.

Ketua RT 16 Kampung Sukamantri Desa/Kecamatan Kalapanunggal, Indra Wiguna, mengaku merasakan sedikit getaran saat terjadi gempa bumi. Saat kejadian, Indra tengah berada di tempat bekerja.

"Ada getaran, tapi tak berguncang hebat. Tapi terasa goyangannya," kata Indra, Selasa (24/2).

Pascagempa, Indra menyempatkan diri pulang ke rumah. Dia ingin memastikan kondisi bangunan rumahnya tidak terdampak gempa.

"Alhamdulillah, tak ada kerusakan apapun akibat gempa," pungkasnya.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pascagempa dangkal bermagnitudo 3,2, personel langsung memastikan kondisi di lapangan. Mereka memantau perkembangan di 32 kecamatan melalui WhatsApp Group (WAG).

"Sampai saat ini, untuk semua wilayah kecamatan di Kabupaten Sukabumi, belum ada laporan kerusakan akibat dampak gempa bumi. Situasi dan kondisi wilayah terpantau aman dan kondusif," kata Daeng. 

Daeng meminta masyarakat melaporkan segera seandainya bangunan rumah mereka terdampak guncangan gempa. Laporan bisa dilakukan berjenjang melalui ketua RT/RW setempat yang diteruskan ke kepala desa, camat, hingga ke pemerintah daerah melalui BPBD.

"Jika nanti dilaporkan ada dampak akibat gempa, kami akan informasikan secara berkala," pungkasnya. (BB/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner