Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

BMKG: Waspadai Potensi Hujan serta Banjir Rob saat Idulfitri di Jabar

Naviandri
14/3/2026 11:56
BMKG: Waspadai Potensi Hujan serta Banjir Rob saat Idulfitri di Jabar
Wisatawan mengikuti wisata petualangan menggunakan mobil jip offroad di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (20/9/2025).(Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan kategori rendah hingga menengah berpotensi turun di Jawa Barat pada periode Idulfitri 2026. Masyarakat diimbau untuk mudik pada pagi hingga siang hari karena hujan lebih sering turun pada sore dan malam hari.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu kemarin menyatakan, curah hujan pada wilayah Jawa Barat (Jabar) umumnya termasuk rendah hingga menengah pada periode Idulfitri 2026, kecuali di sebagian besar Majalengka, Kuningan bagian barat daya, sebagian kecil Sumedang bagian timur dan tengah serta Subang bagian tenggara. Di wilayah-wilayah tersebut, curah hujan termasuk tinggi pada periode Idulfitri 2026. 

"Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi," paparnya.

Menurut Rahayu,  tinggi gelombang laut di Jabar pada periode Idulfitri diprakirakan 1,25 meter sampai 2,5 meter atau termasuk gelombang sedang. Ada potensi banjir rob pada libur Idulfitri tahun ini, yakni pada 19 Maret 2026 karena fenomena bulan baru dan pada 22 Maret 2026 yang dipicu oleh fenomena perigee atau jarak terdekat bumi dan bulan.

"Saya mengimbau seluruh pemangku kepentingan meningkatkan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat hingga sangat lebat yang mengakibatkan banjir, longsor dan pohon tumbang," tuturnya.

Sementara itu kata Rahayu, kepada instansi terkait agar memperhatikan ruas jalan yang rawan banjir dan longsor. Memangkas pohon tua yang berpotensi tumbang serta menurunkan reklame yang berpotensi roboh apabila terkena angin kencang. Masyarakat yang akan mudik juga diimbau menghindari ruas jalan atau wilayah banjir dan longsor. 

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya menyampaikan, pada Idulfitri 2026, musim hujan masih terjadi sehingga berpotensi memicu gerakan tanah, terutama di lereng curam dan batuan vulkanik yang lapuk. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai terjadinya gerakan tanah. 

"Ada lima titik rawan longsor di Jabar, yakni di Kabupaten Bogor,  Sukabumi,  Cianjur, Tasikmalaya dan Garut. Dan ada beberapa jalur utama yang perlu diwaspadai karena rawan gerakan tanah, salah satunya Jalur Puncak. Jalur tersebut rawan longsor saat hujan deras," bebernya.

Sedangkan jalur utama lain yang perlu diwaspadai kata Hadi, yaitu Jalan Raya Cibadak-Sukabumi dan Garut Selatan yang merupakan akses menuju pegunungan dan wisata alam. Selain itu, jalur Lembang-Maribaya-Subang yang berpotensi longsor di tepi tebing dan hutan.

Tips Mudik

PVMBG lanjut Hadi, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat mudik Idulfitri dan memantau kondisi lereng saat melintasi perbukitan.
Kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan, saat melintas perbukitan dan lereng curam. Ia juga mengingatkan untuk menghindari berhenti di bawah tebing, terutama saat hujan dan setelah hujan karena berpotensi longsor. Perhatikan tanda awal longsor yakni retakan pada lereng, guguran batu kecil, air keruh keluar dari lereng dan pohon miring.

"Pemudik agar menggunakan jalur utama yang lebih aman dan hindari perjalanan malam saat hujan lebat. Selain itu, ikuti arahan petugas di lapangan, patuhi rambu dan pengalihan jalur jika terjadi longsor," sambungnya.(AN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner