Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Warga Muhammadiyah Bandung Salat Id Lebih Awal di Lapangan Lodaya

Sugeng Sumariyadi
20/3/2026 11:24
 Warga Muhammadiyah Bandung Salat Id Lebih Awal di Lapangan Lodaya
Warga Muhammadiyah di Kota Bandung melaksanakan salat ied(istimewa)

 

RIBUAN umat Muslim dari kalangan Muhammadiyah di Kota Bandung melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada Jumat (20/3) pagi. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Lodaya dan diikuti sekitar 3.000-5.000 jemaah.

Pelaksanaan Salat Id lebih awal ini merujuk pada keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026 berdasarkan metode hisab, dengan indikasi hilal telah terlihat, termasuk laporan dari wilayah Turki.

Sejak pagi hari, jemaah tampak memadati lokasi dengan tertib dan khidmat. Selain di Lapangan Lodaya, pelaksanaan Salat Id Muhammadiyah juga tersebar di berbagai titik di Kota Bandung.

Panitia pelaksana, Sani Sanjaya, menyampaikan bahwa perbedaan waktu perayaan Idul fitri merupakan hal yang wajar dan diharapkan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Perbedaan ini harus disikapi dengan bijak dan menjadi momentum untuk memperkuat toleransi,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sehingga sebagian besar umat Muslim di Indonesia akan melaksanakan Salat Id keesokan harinya.

Sebelumnya, Muhammadiyah juga telah lebih dahulu memulai ibadah puasa Ramadan pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, warga Muhammadiyah merayakan hari kemenangan lebih awal dibandingkan ketetapan pemerintah.

Sebaran Lokasi dan Jadwal Imam-Khatib

Pelaksanaan Salat Id Muhammadiyah di Kota Bandung tersebar luas dengan puluhan titik lokasi dan imam/khatib yang telah ditunjuk.

Di tingkat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Salat Id digelar di Lapang Softball Lodaya, Jalan Sancang, dengan khatib Prof Hilman Latief dan imam UstAz Uci Tarmana.

Sementara di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung, kegiatan berlangsung di Komplek Muhammadiyah Antapani dengan khatib Dr Muchlas Rowi dan imam Ustaz Azmi Hibatullah Gymnastiar.

Di sejumlah cabang, pelaksanaan juga digelar di berbagai lokasi strategis, di antaranya:
Andir di Lapangan SDN Raya Barat (Ust. Andri Oktavianus)
Antapani di Lapangan Parkir Superindo (Dr. Yudi Daryadi)
Arcamanik di Masjid Al-Mushlih (KH. Usman Usmawan)
Astana Anyar di Pesantren Muhammadiyah Tegallega (Ust. Dzulfikar Rizqi Akbar)
Bojongloa Kidul di Lapangan SDM 5/SMPM 7 (Ust. Furqon)
Buah Batu di kawasan MIM/MTC Soekarno-Hatta (Dr. H. Iyad Suryadi)
Cibeunying Kaler di area parkir USB YPKP (Ust. Ahmad Jalaludin Rumi Durachman)
Coblong di halaman Monumen Perjuangan (Prof. Toni Toharudin)
Gedebage di Masjid Nurul Iman (H. Yusuf Tajiri)
Kiaracondong di area parkir Bank BCA Cicadas (Ust. Yoma)
Ujung Berung di Alun-alun Ujung Berung (Drs. Musa Muhammad)
Sumur Bandung di Masjid Al-Jihad (Ir. H.M. Umar Dany)

Selain itu, wilayah Sukajadi menjadi salah satu titik dengan lokasi terbanyak, mencakup delapan titik salat Id, mulai dari Gedung Dakwah Muhammadiyah hingga sejumlah masjid dan lapangan di sekitarnya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Salat Id Muhammadiyah di Kota Bandung berlangsung di lebih dari 20 kecamatan, mencerminkan tingginya partisipasi warga serta kesiapan panitia dalam mengakomodasi jemaah.

Pelaksanaan Salat Id berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi di tengah perbedaan penetapan hari raya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner