Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Depok Terendam Banjir

Kisar Rajagukguk
21/3/2026 20:50
Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Depok Terendam Banjir
sejumlah wilayah Depok terendam banjir(MI/Kisar)

HUJAN deras melanda Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2026) malam. Sejumlah wilayah pun dilanda banjir. Antara lain, Perumahan Bukit Cengkeh 1 Perumahan Bukit Cengkeh 2, Perumahan Taman Duta yang berada dekat Kali Jantung.

Air meluap sejak pukul 18.00 WIB. "Sudah dari jam 18.00 WIB. Air belum surut sampai saat ini," ungkap Opung Mutara Rajagukguk Naibaho, warga Perumahan Bukit Cengkeh 2.

Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan  2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut. 

"Tinggi air, awalnya sedenglul atau sekitar 40 sentineter. Namun karena intensitas hujan tinggi air mengalir hingga mencapai 70-80 sentimeter," paparnya.

Opung Mutiara yang berusia 74 tahun menduga air yang membanjiri  Perumahan Bukit Cengkeh 1,2 dan Perumahan Taman Duta akibat jebolnya Tanggul Kali Laya yang terletak tak jauh dari kawasan perumahan.

"Luapan tanggul Kali Laya Kota Depok, sering jebol menyebabkan banjir di perumahan warga akibat curah hujan tinggi," ujarnya.

Tanggul Kali Laya pernah jebol dan menyebabkan luapan air banjir merendam ratusan rumah warga, terutama di kawasan Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang membuat debit air sungai melampaui kapasitas dan merusak tanggul penahan.

Opung Mutiara mengatakan, air di rumahnya tingggi hingga mengakibatkan perabotan-perabotan kebanjiran. Opung Mutiara sendiri dan keluarga terpaksa naik keatas meja dan lemari karena derasnya air hujan. 

"Cucu saya, anak saya dan saya terpaksa naik ke atas meja dan lemari. Kami takut terbawa arus air," ungkapnya bersedih.

Warga setempat, kata Opung Mutiara seringkali mendesak Pemerintah Kota Depok untuk segera memperbaiki atau memperkuat struktur tanggul di sepanjang aliran Kali Laya. 

"Perbaikan tanggul menjadi tuntutan utama warga disini untuk mengatasi banjir. Namun sampai saat ini tuntutan tersebut dianggap angin lalu," ucapnya.

Selain itu genangan air juga terjadi di Jalan Juanda Sukmajaya. Kendaraan terpaksa pelan-pelan melintas. Ruas jalan tersebut masih bisa dilalui kendaraan namun harus dengan kecepatan rendah. Warga kawasan perumahan mengaku kecewa lantaran tak adanya satu pun dari pemerintah daerah turun ke lokasi.

"Tak satu pun dari pemerintah daerah menampakkan hidung di lokasi," ujar warga (KG)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner