Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

JNGR Memberi Ruang Seniman Jatinangor Hadirkan Kreasi Seni

Sugeng Sumariyadi
23/3/2026 21:19
JNGR Memberi Ruang Seniman Jatinangor Hadirkan Kreasi Seni
Seniman Jatinangor membawakan karya kecapi suling di Jatinangor National Golf & Resort (JNGR)(istimewa)

JATINANGOR National Golf & Resort (JNGR) menghadirkan pengalaman menginap yang berbeda bagi para tamu melalui kehadiran potensi seniman - seniman muda berbakat dari Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Mereka meniupkan kecapi suling seni bunyi ikonik yang merupakan musik tradisional Sunda dengan perpaduan petikan kecapi dan tiupan suling bambu. 

Alunan kecapi suling tampil 3 hari berturut - turut menciptakan ritme waktu sebagai pengingat alamiah bagi siapa saja yang berada di lobi. Suasana ini menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para tamu yang hadir, terutama tamu dari mancanegara. 

JNGR menjadikan Kecapi Suling  sebagai pertunjukan utama, seni musik yang menjadi bagian penting dari perjalanan menginap para tamu.

Selain menikmati kenyamanan pemandangan yang indah, tamu juga akan merasakan pengalaman budaya yang bernilai tinggi. Alunan musiknya mendorong tamu untuk mengambil jeda sejenak dan mendengarkan kecapi suling di tengah kesibukan perjalanan bisnis, sport maupun liburan di Jatinangor, Sumedang.

General Manager Golf Club, JNGR, Hadi Aji Subarkah menjelaskan inisiatif ini bertujuan untuk berfokus pada nilai pengalaman, relevansi budaya, dan positioning jangka panjang.

"Inisiatif ini mencerminkan filosofi hospitality yang berfokus pada nilai pengalaman, relevansi budaya, dan positioning jangka panjang. Musik tradisional yang ada di Kab. Sumedang  menjadi simbol harmoni antara tradisi, spiritualitas, dan hospitality berkelas. Ini sekaligus mampu menghadirkan pengalaman menginap yang berbeda bagi para tamu," tuturnya.


Ruang berkreasi


Sri Handayani yang akrab di sapa Teh nci yang merupakan founder Jatinangor Creative Community mengatakan, Jatinangor itu tidak punya banyak ruang untuk berkreasi.

"Kita punya Gedung Kesenian Sumedang serta SCC, tapi mungkin itu dinilai tidak leluasa untuk momment - momment tertentu, ruang berkreasi kita terbatas," tandas Wakil Ketua Umum Paguyuban Seniman Budaya (PSBS) kabupaten Sumedang itu.

Untuk itu, para pegiat seni yang berada di bawah naungan PSBS mencoba mengemas dengan lebih kompleks, sehingga diharapkan bukan hanya JNG, tapi juga restoran, cafe ataupun hotel yang ada di Jatinangor saja,  juga di Kabupaten Sumedang bahkan meluas hingga Jawa Barat. 

Seniman - seniman lokal ini bisa tampil dan ditonton para wisatawan yang berkunjung ke Sumedang, sehingga penampilan mereka bisa naik kelas. Apalagi Sumedang merupakan Puseur Budaya Sunda serta telah banyak melahirkan seniman - seniman berbakat hingga ke tingkat nasional. 

"Mengubah kekayaan seni menjadi kekuatan ekonomi memerlukan lebih dari sekadar tepuk tangan warga lokal. Kita butuh ekosistem. Saatnya elemen Ekonomi Kreatif bersatu: jadikan pertunjukan seni sebagai pintu masuk agar wisatawan bermalam di penginapan kita, mencicipi kuliner khas kita, dan memborong produk UMKM kita. Seni adalah 'ruh', tapi kolaborasi kita adalah 'tubuh' yang akan menggerakkan ekonomi Sumedang ke level internasional," tandasnya.


Respon pengusaha hotel


Sementara Dede Suhendar, Ketua Umum PSBS mengutarakan untuk kali ini pihaknya mengekspresikan seni musik  kecapi suling serta seni tradisi lokal lainnya itu bukan hanya culture. Mereka ditampilkan berkolaborasi dengan elemen - elemen yang bertaraf nasional dan internasional. 

"Nah, kita pengen tahu respon dari rekan-rekan pengusaha hotel dan restoran, Forkompinda, OPD, kemudian pegiat seni launnya, baiknya dibikin seperti apa sih?  Supaya bisa menambah nilai kedepannya dengan upaya bisa ditampilkan juga di ruang-ruang yang lebih kecil, tidak harus di lapangan. Pegiat seni atau seniman juga akan senang dapat berkreasi dan berkembang dengan baik," ungkapnya. 

DS sapaan akrab Ketua Umum PSBS, optimistis jika para pegiat seni atau seniman itu diberikan ruang ekspresi, maka kesenian Sumedang bisa lebih berwarna dan lebih maju. 

"Perhimpunan hotel dan restoran boleh nggak sih kita pinjam ruang kalian, boleh nggak sih kita pinjam ruang dari kebebasan untuk kita tampil dan mewarnai seni budaya Sumedang. Tidak mungkin hanya beberapa jenis kesenian yang sudah internasional. Yang lain kita tarik dan ajak berkolaborasi secara internasional seperti kita ketahui Sumedang kaya akan seni dan budaya," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner