Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Polisi Tingkatkan Patroli dan Pembinaan Cegah Perang Sarung

Nurul Hidayah    
23/2/2026 20:23
Polisi Tingkatkan Patroli dan Pembinaan Cegah Perang Sarung
Polsek Losari, Kabupaten Cirebon, mengumpulkan aparat desa dan orangtua guna mencegah aksi perang sarung.(MI/NURUL HIDAYAH)

PATROLI kepolisian ditingkatkan di wilayah Kabupaten Cirebon untuk mencegah terjadinya perang sarung di bulan Ramadan ini. Orangtua, perangkat desa dan masyarakat diminta ikut serta menjaga agar anak-anak tidak terlibat perang sarung atau tawuran di bulan Ramadan ini.

Kapolsek Losari, Ajun Komisaris Sugiono, menjelaskan bahwa perang sarung kerap terjadi saat Ramadan.

“Padahal perang sarung bukan sekadar kenakalan remaja, namun juga berpotensi mengarah pada tindak pidana,” tuturnya, Senin (23/2).

Seperti yang terjadi pada Minggu (22/2), perang sarung nyaris pecah di Desa Panggangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Akun Instagram @Cirebontimur_official mengunggah informasi dugaan perang sarung Minggu (22/2) sekitar pukul 02.00 WIB di jalur Panggangsari menuju Tuksari, Losari, Kabupaten Cirebon.  

Disebutkan, sekitar enam remaja datang berboncengan sepeda motor. Namun warga berhasil mencegah terjadinya perang sarung dan dua di antaranya ditangkap warga di area Pasar Bawang sekitar pukul 02.30 WIB dan yang lainnya berhasil melarikan diri.

Video yang beredar memperlihatkan suasana gang permukiman pada malam hari. Seorang pemuda mengenakan kaos biru muda bertuliskan “Nope” tampak tertunduk saat diamankan warga.

Beberapa pria dewasa terlihat berjaga, salah satunya berbicara melalui telepon seluler. Terdengar pula suara klakson kereta api, menandakan lokasi diduga berada dekat perlintasan rel.


Kumpulkan anak dan orangtua


Langkah cepat pun dilakukan jajaran Polsek Losari. Sebanyak tiga remaja yang diduga terlibat ditangkap.

“Kami pun langsung menggelar kegiatan imbauan dan arahan kepada anak-anak Desa Panggangsari yang diduga akan melaksanakan perang sarung,” tutur Sugiono.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula Polsek Losari pada Minggu, pukul 14.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, hadir unsur UPT Pendidikan, tokoh ulama, aparat desa, orang tua, serta anggota Polsek Losari.

Ketiga remaja tersebut kemudian diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Anak-anak siap menerima konsekuensi hukum apabila kegiatan perang sarung terjadi kembali. Tidak ada yang diuntungkan dalam kegiatan tawuran,” lanjut Sugiono.

Pada kesempatan yang sama dia juga meminta peran aktif orang tua untuk melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari.

“Orangtua harus terus memantau aktivitas anak-anaknya agar tidak berbuat yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Polsek Losari juga memastikan melakukan patroli dan meningkatkan pembinaan demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan di wilayah Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

“Kami menekankan pendekatan pembinaan dalam menangani peristiwa ini,” tandas Sugiono.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner