Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Farhan Ajak Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim Kunjungi Pengelolaan Sampah Warga

Bayu Anggoro
23/2/2026 20:03
Farhan Ajak Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim Kunjungi Pengelolaan Sampah Warga
Wali Kota Bandung M Farhan, Bos Koi dan Irfan Hakim mengunjungi salah satu lokasi pengelolaan sampah terpadu.(MI/BAYU ANGGORO)

WALI Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak pengusaha Hartono Soekwanto dan presenter Irfan Hakim meninjau langsung tiga titik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di sejumlah wilayah di Bandung.

Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.

Tiga lokasi yang dikunjungi yakni Jasmine Integrated Farming di Antapani, Buruan SAE Cibangkong Kecamatan Batununggal, serta Rumah Maggot Kurdi Timur. Ketiganya menjadi contoh nyata bagaimana sampah rumah tangga dapat diolah menjadi maggot, pupuk kompos, hingga mendukung kegiatan urban farming warga.

Jasmine Integrated Farming telah mengelola sampah sejak 2019 secara terintegrasi, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan hasil olahan untuk pertanian warga. Setiap hari, sekitar 150 kilogram sampah organik diolah di lokasi tersebut, atau hampir lima ton per bulan, sehingga tidak perlu dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Ketua KSM Jasmine Integrated Farming, Dodi Iriana, mengatakan, konsistensi warga menjadi faktor utama keberhasilan program tersebut.

"Kalau dibilang duitnya mungkin tidak besar, tapi keberkahannya luar biasa. Dari 2019 sampai sekarang kami mendapat penghargaan dari tingkat kecamatan, kota, provinsi sampai nasional. Bahkan tamu dari luar kota dan luar negeri datang karena tahu dari media sosial," kata Dodi, Senin (23/2).

Dia mengungkapkan, dari pengolahan tersebut, kelompok warga mampu menghasilkan sekitar Rp2 juta per bulan yang digunakan untuk mendukung operasional dan kegiatan ekonomi komunitas.


Kebersihan Kota Bandung


Pada kesempatan yang sama,  Hartono Soekwanto atau yang akrab disapa Bos Koi mengaku terkesan dengan kesadaran warga yang telah mampu mengelola sampah secara mandiri dari sumbernya.

Dia menilai pola tersebut mencerminkan sistem pengelolaan sampah yang disiplin seperti di Jepang.

"Sampah yang dihasilkan sendiri, dikelola sendiri, menjadi maggot dan pupuk kompos. Luar biasa. Kami sebagai warga tentu gembira melihat perkembangan ini," tambahnya.

Dia mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana untuk mendukung kebersihan kota Bandung.

"Mulai dari hal kecil, misalnya kulit buah dipisahkan. Kita bantu program pemerintah. Cita-cita semua orang kan Bandung lebih bersih," tandasnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga dan lingkungan warga. Keberhasilan sejumlah RW harus segera diperluas ke seluruh wilayah Kota Bandung yang memiliki 1.592 RW.

"Kita harus replikasi, replikasi, replikasi. Komitmen kita sampah harus selesai dari hulunya, dari rumah dan lingkungan kita sendiri," ujarnya.

Dia optimistis, dengan meningkatnya partisipasi warga, persoalan sampah di Kota Bandung dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.

Pada sisi lain, Irfan Hakim menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat gerakan peduli lingkungan, terutama di kota kreatif seperti Bandung.

Kunjungan tersebut menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, figur publik, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan, dimulai dari rumah dan lingkungan warga.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner