Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Tangani Sampah, Pemkot Bandung Belajar ke Banyumas

Naviandri
04/2/2026 20:43
Tangani Sampah, Pemkot Bandung Belajar ke Banyumas
Wali Kota Bandung Muhamad Farhan bersama sejumlah camat mengunjungi Kabupaten Banyumas untuk belajar pengelolaan sampah.(MI/NAVIANDRI)

SEJUMLAH camat di Kota Bandung melakukan kunjungan kerja ke TPST dan RDF Center Sokaraja, Kabupaten Banyumas pada Selasa (3/2), guna memperdalam pemahaman pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ramah lingkungan.

Kunjungan tersebut dipimpin Camat Ujungberung sekaligus Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung, Abriwansyah Fitri, bersama Camat Coblong, Astanaanyar, Gedebage, Bandung Kulon, Bandung Kidul dan Regol.

"Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir. Ini setelah kami lihat langsung, prosesnya benar-benar terukur dan teruji. Semua sampah diolah, tidak ada yang terbuang,” ungkap AbriwansyaH.

Dia menjelaskan, sistem pengelolaan sampah di TPST RDF Center Sokaraja dimulai dari pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Ketiganya memiliki alur pengolahan masing-masing yang saling terintegrasi. Sampah organik menjadi pupuk, anorganik diolah menjadi produk dan RDF sebagai bahan bakar alternatif, sementara residu tetap diproses.

Meski demikian, Abriwansyah menyebut, penerapan di Kota Bandung tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan Banyumas, mengingat perbedaan kultur masyarakat dan volume sampah harian. Yang diambil adalah proses dan pola kerjanya, bukan menyalin mentah-mentah.

"Saya menilai Kota Bandung memiliki keunggulan tersendiri melalui program Gaslah yang berfokus pada perubahan perilaku masyarakat dari sumber sampah. Gaslah menjadi pembeda Bandung. Petugas turun langsung ke rumah warga untuk mengedukasi dan membangun kebiasaan memilah sampah,” jelasnya.

Saat ini, kata Abriwansyah, Paguyuban Camat terus mendorong percepatan pembentukan dan pendataan petugas Gaslah di tingkat kelurahan, sesuai target Wali Kota Bandung sebanyak 1.596 petugas. 

Dia berharap, pembelajaran dari Banyumas dapat memperkuat sinergi antar camat dalam mempercepat pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Bandung. 

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk mempercepat peningkatan pengelolaan sampah perkotaan dengan belajar langsung dari Kabupaten Banyumas yang dinilai berhasil mengolah hingga 78 persen timbulan sampah harian.

Ini disampaikan Farhan saat menghadiri Launching RDF dan Recycling Center Kabupaten Banyumas di TPST Gawa Berkah, Desa Sokaraja Kulon. Kunjungan ini dilakukan bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup serta tujuh camat yang wilayahnya memiliki persoalan sampah cukup serius.

"Saat ini Kota Bandung masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Dari total produksi lebih dari 1.500 ton sampah per hari, baru sekitar 22% yang mampu diolah. Saya tidak melihat berapa besar sampah yang dikelola, tapi rasionya. Banyumas sudah 78%. Artinya kami masih punya masalah besar dan harus banyak belajar,” terangnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner