Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MODEL pengelolaan sampah berbasis bisnis yang diterapkan di Tempat Pemrosesan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA-BLE) Banyumas, Jawa Tengah, mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pendekatan yang dilaksanakan Pemkab Banyumas sebagai terobosan berani yang belum banyak dilakukan daerah lain.
"Langkah Banyumas luar biasa. Mereka tidak hanya menyelesaikan sampah, tapi juga membangun ekosistem bisnis di dalamnya. Ini patut didukung penuh," ujar Hanif saat meninjau langsung TPA-BLE di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Sabtu (18/4).
TPA-BLE melibatkan sekitar 50 kelompok swadaya masyarakat (KSM) dalam proses pengelolaan sampah. Di bawah kepemimpinan Bupati Banyumas, konsep penanganan limbah rumah tangga diubah menjadi peluang ekonomi, membuka ruang partisipasi masyarakat dalam skema komersialisasi sampah.
“Banyak kepala daerah masih enggan mengambil langkah ini. Tapi Banyumas berani mendesain pengelolaan sampah dengan pendekatan bisnis. Ini sebuah lompatan besar,” ungkap Menteri Hanif.
Saat ini, sekitar 400 dari 500 ton sampah harian di Banyumas telah tertangani melalui sistem di TPA-BLE. Angka ini setara dengan 80% penyelesaian, jauh di atas rata-rata nasional yang baru mencapai 39%. Pemerintah pusat menargetkan angka itu melonjak menjadi 50% pada 2025 dan 100% pada 2029, sebagaimana diamanatkan Perpres Nomor 12 Tahun 2025.
Hanif menegaskan, pencapaian Banyumas menunjukkan sampah bukan lagi beban, melainkan aset ekonomi yang bisa dikelola secara produktif. Ia bahkan berencana mereplikasi model serupa di daerah lain.
“Gap antara capaian nasional dan target 2025 masih besar. Kami akan melakukan pengawasan ketat agar daerah lain bisa menyusul langkah Banyumas,” tuturnya.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengungkapkan, pendekatan ekonomi yang diterapkan dalam pengelolaan sampah tidak hanya efektif dari sisi teknis, tetapi juga efisien secara anggaran. Ia menyebut biaya pengelolaan sampah yang sebelumnya menelan Rp30 miliar dari APBD, kini menyusut drastis menjadi Rp5 miliar.
“Ke depan saya targetkan bisa nol rupiah dari APBD. Bahkan saya ingin sampah bisa menyumbang pendapatan daerah. Saat ini kami sudah menjajaki kerja sama dengan investor pengolah bijih plastik,” ujar Sadewo.
Rencana itu mendapat sambutan positif dari sejumlah investor, seiring dengan potensi nilai tambah yang dihasilkan dari daur ulang dan pengolahan sampah. Pemerintah pusat pun siap mendukung, baik melalui bantuan peralatan dari Kementerian LH maupun pendanaan dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup berupa pinjaman lunak berbunga rendah bagi KSM. Tak hanya itu, Kementerian PUPR juga akan membantu pembangunan infrastruktur pendukung seperti gudang. (M-2)
JAJARAN Polresta Banyumas, Jawa Tengah menggagalkan dugaan peredaran bahan peledak yang diduga untuk petasan seberat sekitar 9 kilogram (kg) dalam Operasi Pekat Candi (TO OPC) 2026.
Tingginya harga cabai terjadi karena faktor cuaca karena sejumlah daerah sentra seperti Pemalang, Kabupaten Semarang, Temanggung, Demak, Pati belum ada panen besar.
Harga beras medium di Pasar Sidodadi Cilacap berada pada kisaran Rp13.000–Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.000–Rp14.500 per kg.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menilai kinerja pengelolaan sampah nasional masih perlu ditingkatkan.
Pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium terkait kandungan pestisida dalam kasus pencemaran Sungai Cisadane.
Menteri LH Hanif Faisol bekukan 80 izin lingkungan tambang batu bara & nikel. Evaluasi menyasar 1.358 unit di 14 provinsi kritis. Simak selengkapnya!
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merubah sistem penilaian baru dalam program penghargaan Adipura.
Hingga saat ini baru 34 persen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), di Indonesia yang telah meninggalkan praktik open dumping.
Pemerintah menyatakan masih terdapat sekitar 40 tempat pemrosesan akhir (TPA) di Indonesia yang melakukan praktik open dumping secara penuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved