Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pendidikan Banyumas, Jawa Tengah, mengungkapkan faktor utama yang menyebabkan tingginya angka anak putus sekolah di wilayahnya. Ternyata bukan lagi semata persoalan ekonomi, melainkan karena pragmatisme dan minimnya motivasi belajar.
Kepala Dinas Pendidikan Banyumas Joko Wiyono mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 13.700 anak yang putus sekolah di daerah tersebut. Alih-alih bersekolah, mayoritas memilih berhenti sekolah lantaran terlibat dalam kesibukan lain yang dianggap lebih menguntungkan secara finansial.
“Masyarakat ada yang berpikir pragmatis, jika sudah bisa cari uang, tidak perlu sekolah,” ujarnya di Purwokerto, Rabu (20/8).
Menurut Joko, selama ini faktor ekonomi dianggap sebagai hambatan utama, namun kondisi kini telah berubah berkat keberadaan program bantuan pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Indonesia Pintar (PIP), dan Kartu Banyumas Pintar yang membantu meringankan beban biaya pendidikan.
“Faktor ekonomi saat ini tidak lagi menjadi penghambat utama karena program-program tersebut sudah tersedia,” tambahnya.
Untuk mengatasi persoalan putus sekolah, Dinas Pendidikan Banyumas mengambil langkah inovatif dengan mendorong pemanfaatan pendidikan alternatif melalui lembaga nonformal, yakni Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Lembaga ini menawarkan sistem pembelajaran yang fleksibel, menyesuaikan jadwal anak yang memiliki kesibukan lain dengan pilihan kelas pagi, siang, atau malam.
“Kalau memang tidak berminat di sekolah formal, bisa ke nonformal, yaitu PKBM,” terang Joko.
Ia menilai pendekatan fleksibel ini lebih efektif dalam mengubah pola pikir masyarakat yang sudah pragmatis terkait pendidikan. “Yang perlu kita ubah itu mentalnya. Kalau mereka sudah bisa pegang uang, bisa beli beras, sudah cukup,” ungkapnya.
Dindik Banyumas pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan melalui berbagai jalur, baik formal maupun nonformal, demi menekan angka putus sekolah di wilayahnya.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menyoroti tingginya angka putus sekolah di Pandeglang yang mencapai 7.193 anak.
PEMERINTAH Australia mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai upaya membantu pemerintah daerah menekan angka putus sekolah yang masih tinggi.
Sekolah Rakyat dirancang dengan pendekatan holistik untuk mengatasi kemiskinan ekstrem sekaligus menekan angka putus sekolah.
TEKAN angka putus sekolah dengan berbagai upaya yang mempermudah masyarakat untuk mengakses layanan pendidikan.
Menurut Yudistira, pemerintah saat ini sedang menyusun regulasi khusus untuk menangani anak yang tidak sekolah dan anak yang rentan putus sekolah.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan empati atas situasi nasional yang saat ini tengah menghadapi serangkaian musibah
Risiko kelangkaan komoditas strategis di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya berada pada level rendah.
Lebih dari 3500 pelaku UMKM telah menerima pelatihan dasar, sementara 170 UMKM terpilih menjalani pendampingan mendalam.
Dikenal dengan kekayaan alamnya yang luar biasa, kawasan Baturraden di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, telah lama menawarkan beragam destinasi.
Pameran ini adalah ruang yang memperlihatkan bagaimana dua peradaban besar membangun harmoni melalui seni
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved