Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Pemkab Sumedang Gandeng Garudafood, Kembangkan Sentra Kacang Tanah

Sugeng Sumariyadi
12/2/2026 19:28
Pemkab Sumedang Gandeng Garudafood, Kembangkan Sentra Kacang Tanah
Pemkab Sumedang dan manajemen PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk membahas peluang investasi di wilayah itu.(ISTIMEWA)

PEMERINTAH Kabupaten Sumedang terus mendorong penguatan sektor pertanian berbasis kemitraan industri. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan yakni kerja sama pengembangan komoditas kacang tanah bersama PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk.

Pembahasan konsep kerja sama tersebut dibahas, Kamis (12/2), yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Hj Tuti Ruswati dan sejumlah perangkat daerah serta jajaran manajemen dari PT Garudafood.

Tuti menyampaikan, pemerintah daerah menyambut baik rencana investasi Garudafood karena dinilai mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.

Kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan, termasuk penguatan hilirisasi serta kemitraan antara perusahaan dengan petani lokal.

“Kerja sama ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penciptaan pasar yang jelas dan pendampingan berkelanjutan,” ungkapnya.

Pemerintah Daesah Kabupaten Sumedang, lanjut dia, akan berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kerja sama antara Garudafood dengan kelompok tani. Termasuk di dalamnya hal penyediaan dukungan kebijakan, pendampingan, serta kesiapan lahan yang disesuaikan dengan potensi wilayah.


Potensi besar

 

Sementara itu, Direktur Farming PT Garudafood, Rudyb Brigianto menyatakan Sumedang memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas kacang tanah sebagai bahan baku utama produk unggulan mereka, seperti Kacang Garuda dan Kacang Rosta.

"Perusahaan menilai peluang tersebut sangat strategis mengingat saat ini sekitar 95% kebutuhan bahan baku kacang tanah masih berasal dari impor. Padahal potensi produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan industri,"ungkapnya.

Dalam skema kerja sama ini, kata dia, Garudafood akan berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil panen petani, sekaligus memberikan pendampingan teknis budi daya, penyediaan bibit unggul, monitoring produksi, hingga penetapan harga pengaman guna melindungi petani dari fluktuasi harga pasar.

"Perusahaan berkomitmen menjamin penyerapan hasil panen petani dalam jangka waktu lima hingga enam tahun melalui pola kemitraan yang terstruktur," kata Rudy.

Ia memgatakan, hasil survei sementara menunjukkan sejumlah wilayah di Sumedang memiliki potensi lahan yang cukup baik untuk pengembangan komoditas kacang tanah, meski masih diperlukan peningkatan kapasitas petani dan penguatan sarana prasarana pendukung.

Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa substansi Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan segera disempurnakan. Sementara Nota Kesepahaman (MoU) akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak manajemen Garudafood sebelum dilakukan penandatanganan resmi.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner