Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Harga Sejumlah Komoditas Pangan mulai Merangkak Naik Jelang Ramadan di Cianjur

Benny Bastiandy
10/2/2026 21:12
Harga Sejumlah Komoditas Pangan mulai Merangkak Naik Jelang Ramadan di Cianjur
MULAI NAIK: Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Induk Cianjur terpantau mulai naik mendekati Ramadan.(MI/Benny Bastiandi)

HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merangkak naik mendekati Ramadan 1447 Hijriah. Kondisi itu dipicu mulai meningkatnya permintaan disertai dampak kondisi cuaca yang cukup ekstrem. Di Pasar Induk Cianjur misalnya, informasi dari pedagang, komoditas yang harganya terpantau naik antara lain kentang, bawang merah, telur ayam, cabai, serta minyak goreng curah. 

"Cabai merah tanjung misalnya, sekarang harganya Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram. Lalu bawang merah, asalnya Rp35 ribu, sekarang jadi Rp40 ribu per kilogram," kata Syahrir, pedagang sembako di Pasar Induk Cianjur, Selasa (10/2). 

Komoditas yang harganya naik yaitu telur ayam dari Rp28 ribu menjadi Rp31 ribu-Rp32 ribu per kg. Sementara minyak goreng curah dari Rp18.500 menjadi Rp20 ribu per kg. 

"Kentang biasa eceran Rp14 ribu, sekarang jadi Rp15 ribu per kg. Kalau bawang putih masih cukup stabil," terangnya. 

Syahrir memprediksi harga berbagai komoditas pangan kebutuhan masyarakat bakal naik semakin mendekatinya Ramadan. Pasalnya, permintaan kebutuhan pada momen munggahan atau hari pertama Ramadan turut naik. 

"Ada berbagai faktor penyebab sih naiknya harga sekarang itu. Bisa jadi ini dampak kondisi cuaca, kemudian permintaan naik menjelang Ramadan," ungkap dia. 

Syahrir memastikan stok berbagai komoditas sampai sejauh ini relatif tersedia. Sehingga, di Cianjur tak terjadi kelangkaan. 

"Insya Allah, stok mah aman. Tidak ada kelangkaan barang," pungkasnya. 

Pengendalian inflasi Pemerintah Kabupaten Cianjur mewaspadai inflasi menjelang Ramadan hingga nanti menghadapi Idulfitri. Berbagai upaya mulai dilakukan untuk mengendalikan laju inflasi menghadapi momen tersebut. 

"Tentunya kita melakukan langkah-langkah pengendalian. Salah satunya nanti kita akan melaksanakan operasi pasar murah dengan tujuan stabilitasi harga dan pasokan bahan pangan," kata Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian. 

Wahyu meyakini, dengan berbagai upaya antisipatif, inflasi di Kabupaten Cianjur bisa tetap terkendali. Utamanya stabilitasi harga dan pasokan. 

"Berdasarkan laporan dari dinas terkait, sejauh ini harga dan pasokan masih cukup terkendali. Tapi ada beberapa komoditas yang harganya berfluktuasi. Stok juga dipastikan aman," pungkasnya. (BB/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner