Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Program Radio Ekraf, 29 Radio di Bandung Siaran Bareng selama 30 Hari

Sugeng Sumariyadi
08/2/2026 15:24
Program Radio Ekraf, 29 Radio di Bandung Siaran Bareng selama 30 Hari
Wakil Menteri Ekraf Irene Umar dan Wali Kota Bandung M Farhan melakukan siaran bersama saat pembukaan program Radio Ekraf di Cihampelas Walk, Kota Bandung.(MI/SUMARIYADI)

KEMENTERIAN Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif terus menggelar program Radio Ekraf. Setelah di Jakarta, pada akhir 2025 lalu, kini giliran Kota Bandung menjadi tempat digelarnya program ini, Minggu (8/2).

Melibatkan 29 radio, program siaran bareng akan digelar selama 30 hari, mulai 8 Februari hingga 9 Maret. Para penyiar akan bergiliran membawakan acara dan berita dari studio mini yang dibuka di Cihampelas Walk, salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bandung.

Dalam program ini, Kementerian Ekraf merangkul Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Bandung. Radio Ekraf digelar untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap peran strategis radio siaran dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Radio ekraf sendiri merupakn salah satu dari 17 subsektor industri kreatif yang berfokus pada produksi, pengemasan, dan penyiaran konten radio secara inovatif di era digital. Program ini bertujuan merevitalisasi radio agar tetap relevan bagi generasi milenial melalui konten kreatif, kolaborasi, dan teknologi.

Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengungkapkan saat ini radio masih relevan dan memiliki peran strategis. Tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ketahanan bangsa.

"Radio tidak pernah ditinggalkan masyarakat. Saat, masih terdapat sekitar 25 juta pendengar radio di Indonesia," ungkapnya saat membuka Radio Ekraf.

Radio, lanjutnya, memiliki nilai historis yang sangat kuat bagi Indonesia. Proklamasi kemerdekaan pada 1945 pertama kali diberitakan dan diinformasikan kepada msyarakat melalui radio.

“Sampai hari ini, dalam kondisi darurat ketika listrik dan internet tidak ada, radio tetap bisa diandalkan. Karena itu radio masih sangat relevan,” tandasnya.

Irene menambahkan Radio Ekraf pertama telah dimulai sejak akhir 2025 di Jakarta, dari sekitar kantor Kementerian Ekraf. Setelah Bandung, Radio Ekraf juga akan digelar di kota-kota lain.

"Radio Ekraf membuka kembali pemahaman publik, khususnya generasi muda, bahwa radio memiliki peran penting di tengah perkembangan teknologi digital. Lewat radio, kami juga yakin ini menjadi landasan awal lahirnya insan-insan kreatif di Indonesia," lanjut mantan penyiar di salah satu radio di Jakarta itu.

Dia memaparkan Kementerian Ekraf mendorong kolaborasi antar stasiun radio melalui siaran bersama dan pertukaran penyiar. Program ini juga menjadi wadah promosi dan aktivasi subsektor ekonomi kreatif khususnya media, musik, konten audio, serta UMKM kreatif.

Di Bandung, Radio Ekraf diharapkan dapat memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif sekaligus kota radio yang adaptif terhadap perkembangan zaman.


Dukung industri kreatif


Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui radio telah menjadi bagian penting dari ekosistem industri kreatif di Kota Kembang.

“Tadio di Bandung telah melahirkan banyak sekali talenta terbaik. Bukan hanya di bidang penyiaran, tapi juga manajemen, marketing, hingga berbagai bentuk ekspresi dan karya kreatif lainnya,” kata mantan penyiar radio itu.

Menurut dia, komunitas kreatif di Bandung sudah bergabung dengan berbagai radio pada era 1970-an. Berbagi talenta dan gerakan kreatif lahir.

Farhan menyambut program Radio Ekraf ini. Tidak hanya sekadar romantisme radio, tapi mengembalikan perannya sebagai ruang tumbuh kreativitas.

"Ke depan, radio harus mampu berkonvergensi dengan platform digital dan radio harus mempertahankan karakteristiknya sebagai media yang memiliki daya tahan tinggi," tegasnya.

Kehadiran program Radio Ekraf, lanjut dia,  menjadi bentuk nyata komitmen Kementerian Ekraf dalam memperkuat peran radio sebagai media strategis yang adaptif, kreatif, dan tetap relevan di era digital.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner