Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Longsor Pasirlangu, Tamanan Petani Membusuk di Kebun

Depi Gunawan
04/2/2026 20:49
Longsor Pasirlangu, Tamanan Petani Membusuk di Kebun
Seorang petani tengah membersihkan tanaman salada di kebunnya.(MI/Depi Gunawan)

BENCANA tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga berdampak luas terhadap perekonomian warga. 

Sebagian besar warga yang membuka lahan pertanian di sekitar area longsor mengalami gagal panen akibat akses jalan menuju kebun tertutup material longsor.

Petani terpaksa meninggalkan kebunnya selama beberapa hari dan tanaman yang seharusnya dipanen justru layu hingga membusuk.

"Tanaman tomat sudah kelewat masa panen. Dari sekitar 7.000 pohon paling setengahnya bisa dipanen, banyak yang busuk," kata Enjang, salah satu petani, Rabu (4/2).

Ia mengaku, seharusnya panen tomat dilakukan pada hari Sabtu (24/1) tepat saat longsor terjadi. Saat itu harga tomat sedang tinggi berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Namun karena hujan deras sejak Jumat, panen terpaksa ditunda.

Selain gagal panen, Enjang juga kehilangan dua pekerja kebun yang ikut menjadi korban longsor. Kedua korban merupakan pasangan suami istri yang selama ini membantu mengurus lahan.

"Abah Dadang dan Istrinya, ibu Imas yang biasa ikut mengurus kebun juga menjadi korban longsor, termasuk dua anaknya yang tinggal serumah. Padahal Jum'at masih telepon-teleponan, dia bilang Sabtu mau kerja, tapi pas ditelepon sudah enggak aktif," ucapnya.

Enjang menyebut, longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, dan material longsor mencapai area kebun sekitar pukul 03.30 WIB. Dampaknya tidak hanya menutup jalur, tetapi juga menyeret lumpur dan material ke area pertanian milik warga.

"Kita enggak pernah menyangka bencana sebesar ini bisa terjadi, paling hanya longsor yang kecil-kecil," tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa kawasan puncak Burangrang yang menjadi sumber longsor masih berupa hutan lebat dan tidak ada aktivitas pembukaan lahan.

"Kalau vegetasinya mah masih hutan. Enggak ada yang buka lahan. Jadi bagi warga ini aneh," tambahnya



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner