Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Atasi Banjir Dayeuhkolot, Bangunan Liar di Sempadan Sungai Citarum Harus Ditertibkan

Bayu Anggoro
04/2/2026 19:54
Atasi Banjir Dayeuhkolot, Bangunan Liar di Sempadan Sungai Citarum Harus Ditertibkan
Tim Pentahelix melakukan survei rencana pemasangan tembok penahan tanah(MI/BAYU ANGGORO)

BANGUNAN liar di sepanjang sempadan Sungai Citarum khususnya yang berada di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, harus ditertibkan. Hal ini sangat penting untuk mengatasi banjir di kawasan Bandung selatan tersebut.

Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan banjir. Sebagai contoh, pihaknya bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum memasang geobag dan duckbill di wilayah RW 01 dan RW 14 Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot.

Pemasangan geobag di wilayah tersebut penting karena upaya jangka panjang untuk memperkuat struktur sungai dan mengurangi dampak banjir yang berasal dari luapan sungai. Namun, pemasangan geobag dan duckbill tersebut tidak dapat dilaksanakan secara maksimal karena terkendala adanya bangunan liar.

"Jadi tidak ada cara lain, bangunan-bangunan liar di sepanjang ini harus ditertibkan," katanya di Bandung, Rabu (3/2). 

Oleh karena itu, pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya penertiban bangunan liar.

Tim Pentahelix bersama unsur kepolisian, Satpol PP dan perwakilan Dinas PUTR turun langsung ke masyarakat yang menempati bangunan liar di sempadan sungai tersebut untuk memberikan berbagai pemahaman. 

Menurut Tri, sosialisasi tersebut dilakukan secara persuasif agar masyarakat memahami pentingnya penertiban bangunan liar demi kelancaran pembangunan dan keselamatan masyarakat di wilayah tersebut. 

"Kami ingin masyarakat memahami bahwa penertiban bangunan liar itu dilakukan demi kepentingan bersama, agar pembangunan pengendalian banjir bisa berjalan lancar dan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini dirasakan masyarakat," katanya. 

Dia menjelaskan, Tim Pentahelix juga melakukan survei rencana pemasangan tembok penahan tanah (TPT) yang berlokasi di RW 17 Desa Citeureup.

Dalam survei tersebut, tim Pentahelix bersama BBWS Citarum dan Dinas PUTR mengevaluasi progres rencana pelaksanaan pembangunan TPT di beberapa titik strategis. Nantinya, hasil pendampingan dan survei lapangan menjadi dasar penting dalam menentukan desain teknis dan tahapan pelaksanaan pembangunan selanjutnya. 

"Survei lapangan ini sangat penting untuk memastikan penempatan geobag, duckbill, serta rencana pembangunan TPT sesuai dengan karakter aliran dan kondisi eksisting di lokasi. Kami berharap dukungan semua pihak dapat mempercepat realisasi pembangunan pengendalian banjir ini," tandas Tri. 

Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah TPT di wilayah RW 17 Desa Citeureup yang harus ditinggikan untuk memperlancar aliran air sungai. Pembangunan TPT tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penahan tanah dan air sungai, sehingga dapat mencegah terjadinya erosi dan jebolnya tanggul saat debit air tinggi atau meluap



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner