Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Konsumsi Rumah Tangga Penggerak Utama Perekonomian Jawa Barat

Bayu Anggoro
03/2/2026 19:02
Konsumsi Rumah Tangga Penggerak Utama Perekonomian Jawa Barat
Direktur Eksekutif Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Muhammad Nur bersama Sekda Jawa Barat Herman Suryatman(MI/BAYU ANGGORO)

KONSUMSI rumah tangga masih menjadi faktor utama penggerak perekonomian di Jawa Barat pada triwulan III 2025. Berdasarkan data Bank Indonesia, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,92% (yoy).

Direktur Eksekutif Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Muhammad Nur, menjelaskan, angka ini lebih tinggi dibanding triwulan II 2025 yang sebesar 4,76% (yoy).

"Jadi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ini utamanya bersumber dari konsumsi rumah tangga," ujarnya di Bandung, Selasa (3/2).

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini diperkuat oleh stimulus pemerintah melalui berbagai penyaluran sejumlah bantuan seperti bantuan pangan non tunai, program keluarga harapan dan lainnya.

"Selain faktor konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat juga dibantu oleh terjaganya net ekspor dan kinerja investasi yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan menjadi 4,89 (yoy) dan 5,27 (yoy)," ucapnya.

Sementara dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh kinerja sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta transportasi dan pergudangan yang masing-masing tumbuh sebesar 3,15% (yoy), 5,17% (yoy), dan 11,62% (yoy).

Pada sektor pertambangan, pertumbuhannya tertahan karena terkontraksi 1,13% (yoy).


Program prioritas


Nur menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pun didorong oleh faktor pembelanjaan keuangan negara yang relatif terarah. Kinerja fiskal Jawa Barat pada triwulan III 2025 mencerminkan realokasi anggaran ke program-program prioritas.

Arah dan kebijakan fiskal pada 2025, lanjut dia, berfokus pada pembiayaan program prioritas nasional dengan mengalokasikan anggaran secara lebih tepat sasaran, produktif, dan berkualitas.

"Anggaran belanja Jawa Barat pada tahun 2025 secara keseluruhan mencapai Rp195,94 triliun, dengan realisasi belanja pada triwulan III 2025 telah mencapai 58,82% dari pagu atau terkontraksi 5,51% (yoy) dari tahun sebelumnya. Struktur belanja masih ditopang terutama oleh APBD kabupaten/kota, disusul oleh APBN Provinsi dan APBD Provinsi," katanya.

Terkait tingkat pengangguran mengingat tingginya pemutusan hubungan kerja di Jawa Barat, menurut Nur, kondisi ketenagakerjaan pada periode Agustus 2025 masih terjaga meski terjadi sedikit penurunan pada partisipasi angkatan kerja (TPAK) dan relatif stabilnya angka tingkat pengangguran (TPT) pada kisaran 6,7%.

"Ke depan kondisi ketenagakerjaan optimis akan membaik, selaras dengan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia bahwa Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Penghasilan Konsumen pada awal triwulan IV 2025 mengalami peningkatan," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner