Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2026 dan 2027

Agus Utantoro
28/1/2026 20:22
Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2026 dan 2027
Perajin menyelesaikan pembuatan boneka dari kain perca untuk pasar ekspor di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (12/11/2025).(Antara/Muhammad Iqbal)

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%. Selanjutnya, pada 2026 diproyeksikan meningkat ke kisaran 4,9%-5,7% dengan titik tengah 5,3% dan pada 2027 mencapai 5,1%-5,9% dengan titik tengah 5,5%.

"Jadi mari kita bangun optimisme," ujarnya. Bank Indonesia (BI) menegaskan arah kebijakan dan prospek perekonomian nasional melalui tiga pesan utama, yakni Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS), sebagaimana tertuang dalam Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025. Ketiga pesan tersebut menjadi pijakan strategis dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah dinamika global.

Pesan OKS disampaikan Perry Warjiyo dalam peluncuran LPI 2025 bertema Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan di Jakarta, Rabu (28/1). Kegiatan ini diikuti secara daring oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, didampingi Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, serta sejumlah kepala OPD Pemda DIY.

Sejalan dengan itu, Perry mengajak pelaku usaha dan masyarakat untuk tidak bersikap wait and see di tengah ketidakpastian global. Sikap optimisme dinilai penting agar aktivitas ekonomi tetap bergerak dan momentum pertumbuhan dapat terjaga. 

Meski demikian, ia mengingatkan agar berbagai gejolak global tetap diwaspadai. "Ke depan, kita harus tetap optimis sekaligus eling lan waspodo (sadar dan berhati-hati) di tengah gejolak dunia yang masih berlanjut," katanya.

Pesan kedua, komitmen yaitu peran Bank Indonesia sebagai jangkar stabilitas perekonomian nasional. BI berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, serta sistem keuangan melalui bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang konsisten, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Bank Indonesia berkomitmen merumuskan dan memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," tegas Perry. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah strategis sepanjang 2025, antara lain penurunan suku bunga kebijakan, penguatan likuiditas moneter, stabilisasi nilai tukar rupiah, serta pemberian insentif likuiditas makroprudensial guna mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.

Pesan ketiga, sinergi yang menekankan pentingnya kolaborasi erat antara Bank Indonesia, pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kepercayaan pasar. "Bank Indonesia terus membangun sinergi yang semakin erat antara kebijakan moneter dan fiskal," tambah Perry.

Melalui LPI 2025, Bank Indonesia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah daerah, untuk bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap waspada terhadap dinamika global. Ke depan, pesan Optimisme, Komitmen, dan Sinergi diharapkan menjadi landasan kuat bagi pemerintah daerah, termasuk DIY, dalam mendorong pembangunan ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya