Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah mengklaim sukses menutup 2025 dengan capaian kinerja perekonomian nasional yang tetap terjaga di tengah tantangan dinamika global. Berbagai tekanan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta perlambatan ekonomi global dinilai tidak menghalangi Indonesia untuk menjaga stabilitas dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi.
“Menutup tahun 2025, kita patut bersyukur bahwa perekonomian nasional tetap resilien di tengah tantangan global yang tidak mudah. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong transformasi ekonomi,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam keterangan di Jakarta, Senin (29/12).
Sepanjang 2025, lanjutnya, perekonomian Indonesia menunjukkan resiliensi yang solid dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,04% (yoy) pada Triwulan III 2025 dan inflasi terkendali di level 2,72% per November 2025. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan sebesar US$35,88 miliar pada periode Januari–Oktober 2025 yang mencatatkan tren positif selama 66 bulan berturut-turut.
Sejumlah indikator lainnya seperti PMI Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen, dan pertumbuhan kredit juga berada pada zona positif.
Di tingkat global, peran Indonesia semakin menguat melalui partisipasi aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk aksesi OECD, BRICS, G20, ASEAN, APEC, dan RCEP.
Pemerintah juga terus mendorong perluasan kerja sama ekonomi melalui berbagai perjanjian dagang strategis, antara lain IEU-CEPA, ICA-CEPA, ACFTA 3.0, serta penandatanganan Indonesia-EAEU Free Trade Agreement pada 21 Desember 2025.
Selain itu, negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat juga telah mencapai kesepakatan substansi utama dan ditargetkan rampung pada awal 2026.
Di bidang transisi energi, komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk Indonesia meningkat dari US$20 miliar pada 2022 menjadi US$21,4 miliar pada 2025.
“Peningkatan komitmen ini mencerminkan kepercayaan kuat mitra internasional terhadap kebijakan transisi energi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif,” kata Susiwijono.
Pemerintah juga terus menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus ekonomi dan bantuan sosial, termasuk program diskon transportasi, rangkaian belanja nasional seperti Harbolnas dan Indonesia Great Sale. Kemudian penyaluran Bantuan Langsung Tunai Subsidi Kesejahteraan (BLTS Kesra) kepada hampir 30 juta Keluarga Penerima Manfaat.
Susiwijono mengatakan kebijakan tersebut turut menopang penguatan konsumsi rumah tangga menjelang akhir tahun. (E-3)
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5%.
Sejumlah program yang digulirkan pada akhir tahun ini juga diharapkan mampu mengoptimalisasi dan mendung kinerja positif sejumlah indikator ekonomi tersebut.
Ekonomi di kuartal IV 2025 didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, terutama dari sisi konsumsi masyarakat, yang mulai pulih.
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) optimistis tahun 2025 bisa ditutup dengan pertumbuhan ekonomi 5,2%. Adapun untuk pertumbuhan kuartal IV 2025 diproyeksikan sebesar 5,5%.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dunia usaha menilai pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 belum sepenuhnya mencerminkan akselerasi pertumbuhan yang optimal.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana memangkas insentif pajak meskipun nilai belanja perpajakan terus meningkat.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menegaskan posisinya sebagai fondasi utama perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved