Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemerintah Klaim Sukses Jaga Perekonomian Nasional di 2025

Ihfa Firdausya
29/12/2025 16:54
Pemerintah Klaim Sukses Jaga Perekonomian Nasional di 2025
Ilustrasi(Antara)

Pemerintah mengklaim sukses menutup 2025 dengan capaian kinerja perekonomian nasional yang tetap terjaga di tengah tantangan dinamika global. Berbagai tekanan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta perlambatan ekonomi global dinilai tidak menghalangi Indonesia untuk menjaga stabilitas dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi.

“Menutup tahun 2025, kita patut bersyukur bahwa perekonomian nasional tetap resilien di tengah tantangan global yang tidak mudah. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong transformasi ekonomi,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam keterangan di Jakarta, Senin (29/12).

Sepanjang 2025, lanjutnya, perekonomian Indonesia menunjukkan resiliensi yang solid dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,04% (yoy) pada Triwulan III 2025 dan inflasi terkendali di level 2,72% per November 2025. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan sebesar US$35,88 miliar pada periode Januari–Oktober 2025 yang mencatatkan tren positif selama 66 bulan berturut-turut.

Sejumlah indikator lainnya seperti PMI Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen, dan pertumbuhan kredit juga berada pada zona positif.

Di tingkat global, peran Indonesia semakin menguat melalui partisipasi aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk aksesi OECD, BRICS, G20, ASEAN, APEC, dan RCEP.

Pemerintah juga terus mendorong perluasan kerja sama ekonomi melalui berbagai perjanjian dagang strategis, antara lain IEU-CEPA, ICA-CEPA, ACFTA 3.0, serta penandatanganan Indonesia-EAEU Free Trade Agreement pada 21 Desember 2025.

Selain itu, negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat juga telah mencapai kesepakatan substansi utama dan ditargetkan rampung pada awal 2026.

Di bidang transisi energi, komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk Indonesia meningkat dari US$20 miliar pada 2022 menjadi US$21,4 miliar pada 2025.

“Peningkatan komitmen ini mencerminkan kepercayaan kuat mitra internasional terhadap kebijakan transisi energi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif,” kata Susiwijono.

Pemerintah juga terus menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus ekonomi dan bantuan sosial, termasuk program diskon transportasi, rangkaian belanja nasional seperti Harbolnas dan Indonesia Great Sale. Kemudian penyaluran Bantuan Langsung Tunai Subsidi Kesejahteraan (BLTS Kesra) kepada hampir 30 juta Keluarga Penerima Manfaat.

Susiwijono mengatakan kebijakan tersebut turut menopang penguatan konsumsi rumah tangga menjelang akhir tahun. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik