Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

3 Mesin Pertumbuhan Ini Diharapkan Bisa Dorong Akselerasi Ekonomi

Ihfa Firdausya
07/2/2026 12:23
3 Mesin Pertumbuhan Ini Diharapkan Bisa Dorong Akselerasi Ekonomi
Ilustrasi(Antara)

Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Hal itu dilakukan melalui penguatan sektor industri, pemanfaatan teknologi maju, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pendekatan pembangunan tersebut dirancang untuk memastikan stabilitas makroekonomi, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

”Waktu penanganan covid, kebijakan yang di dorong adalah gas dan rem. Itu sangat teknis, tapi disampaikan secara nasional. Sekarang kita bicara tiga mesin pertumbuhan ekonomi, dan pendekatan itu tetap sama, bagaimana mengatur akselerasi tanpa mengorbankan stabilitas,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (7/2).

Menko Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Target tersebut diupayakan melalui penguatan sektor-sektor penggerak utama.

“Khususnya industri manufaktur, energi dan teknologi masa depan, serta konstruksi, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan riset dan keunggulan sumber daya manusia,” katanya.

Dalam kerangka transformasi ekonomi, pemerintah mengusung konsep tiga mesin pertumbuhan ekonomi (three engines of growth). Mesin pertama difokuskan pada penguatan industri manufaktur dan industri padat karya, seperti tekstil, alas kaki, furnitur, serta industri otomotif termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Industri tekstil dinilai tetap relevan dan berkelanjutan karena kebutuhan global yang terus meningkat, sekaligus menyerap jutaan tenaga kerja di dalam negeri.

Mesin kedua diarahkan pada pembangunan ekonomi berbasis teknologi dan inovasi melalui penguatan digitalisasi, kecerdasan buatan, bioteknologi, dan semikonduktor.

Pemerintah menekankan pentingnya investasi riset dan pengembangan (R&D) serta penguatan rantai nilai industry. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi semakin bertumpu pada teknologi dan kualitas sumber daya manusia.

“S-Curve itu pelajaran innovation di teknik industri. Jadi S-Curve itu di manapun harus ada R&D investment dan saya mendorong ekonomi Indonesia base-nya juga S-Curve, selalu ada research dan ke depan itu barangnya apa yang harus kita menjadi kuat,” ujar Airlangga.

Sementara itu, mesin ketiga menitikberatkan pada peningkatan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Pemerintah mendorong penguatan keterampilan tenaga kerja, termasuk penyiapan ratusan ribu tenaga kerja terampil.

Kemudian pengembangan ekosistem ekonomi baru seperti gig economy dan ekonomi kreatif, khususnya bagi generasi muda dan mahasiswa.

Selain itu, pemerintah juga menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari stabilitas ekonomi nasional. Upaya penguatan produksi pangan dalam negeri terus dilakukan melalui pengembangan kawasan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian.

Hal itu guna memastikan ketersediaan pangan nasional di tengah potensi krisis global dan gangguan rantai pasok internasional. 

Sementara itu, Airlangga menyebut kinerja ekonomi nasional hingga akhir 2025 menunjukkan tren yang solid. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 5%.

“Stabilitas makroekonomi juga tercermin dari inflasi yang terjaga di level 3,55% (yoy), neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus beberapa tahun terakhir, serta cadangan devisa yang mencapai sekitar US$156 miliar,” katanya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya