Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Hal itu dilakukan melalui penguatan sektor industri, pemanfaatan teknologi maju, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pendekatan pembangunan tersebut dirancang untuk memastikan stabilitas makroekonomi, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
”Waktu penanganan covid, kebijakan yang di dorong adalah gas dan rem. Itu sangat teknis, tapi disampaikan secara nasional. Sekarang kita bicara tiga mesin pertumbuhan ekonomi, dan pendekatan itu tetap sama, bagaimana mengatur akselerasi tanpa mengorbankan stabilitas,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (7/2).
Menko Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Target tersebut diupayakan melalui penguatan sektor-sektor penggerak utama.
“Khususnya industri manufaktur, energi dan teknologi masa depan, serta konstruksi, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan riset dan keunggulan sumber daya manusia,” katanya.
Dalam kerangka transformasi ekonomi, pemerintah mengusung konsep tiga mesin pertumbuhan ekonomi (three engines of growth). Mesin pertama difokuskan pada penguatan industri manufaktur dan industri padat karya, seperti tekstil, alas kaki, furnitur, serta industri otomotif termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Industri tekstil dinilai tetap relevan dan berkelanjutan karena kebutuhan global yang terus meningkat, sekaligus menyerap jutaan tenaga kerja di dalam negeri.
Mesin kedua diarahkan pada pembangunan ekonomi berbasis teknologi dan inovasi melalui penguatan digitalisasi, kecerdasan buatan, bioteknologi, dan semikonduktor.
Pemerintah menekankan pentingnya investasi riset dan pengembangan (R&D) serta penguatan rantai nilai industry. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi semakin bertumpu pada teknologi dan kualitas sumber daya manusia.
“S-Curve itu pelajaran innovation di teknik industri. Jadi S-Curve itu di manapun harus ada R&D investment dan saya mendorong ekonomi Indonesia base-nya juga S-Curve, selalu ada research dan ke depan itu barangnya apa yang harus kita menjadi kuat,” ujar Airlangga.
Sementara itu, mesin ketiga menitikberatkan pada peningkatan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Pemerintah mendorong penguatan keterampilan tenaga kerja, termasuk penyiapan ratusan ribu tenaga kerja terampil.
Kemudian pengembangan ekosistem ekonomi baru seperti gig economy dan ekonomi kreatif, khususnya bagi generasi muda dan mahasiswa.
Selain itu, pemerintah juga menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari stabilitas ekonomi nasional. Upaya penguatan produksi pangan dalam negeri terus dilakukan melalui pengembangan kawasan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian.
Hal itu guna memastikan ketersediaan pangan nasional di tengah potensi krisis global dan gangguan rantai pasok internasional.
Sementara itu, Airlangga menyebut kinerja ekonomi nasional hingga akhir 2025 menunjukkan tren yang solid. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 5%.
“Stabilitas makroekonomi juga tercermin dari inflasi yang terjaga di level 3,55% (yoy), neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus beberapa tahun terakhir, serta cadangan devisa yang mencapai sekitar US$156 miliar,” katanya. (E-3)
Dunia usaha menilai pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 belum sepenuhnya mencerminkan akselerasi pertumbuhan yang optimal.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana memangkas insentif pajak meskipun nilai belanja perpajakan terus meningkat.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menegaskan posisinya sebagai fondasi utama perekonomian Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Danantara Indonesia untuk menjelaskan kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's.
Saat ini, pemerintah masih menyusun aturan stimulus melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Airlangga menyebut aturan itu ditargetkan rampung pada Senin (9/2).
Ia menambahkan, pertumbuhan sektor riil bahkan melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga menopang kinerja ekonomi secara keseluruhan.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menerima sejumlah investor institusional dan pelaku industri keuangan di Jakarta, Selasa (3/2).
Laju kencang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (3/2) dipicu oleh masuknya aliran dana asing ke pasar modal domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved