Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Ihfa Firdausya
12/3/2026 12:58
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Executive Acting Secretary-General of the LDP Koichi Hagiuda di Tokyo, Jepang, Rabu (11/3).(Kemenko Perekonomian)

Pemerintah Indonesia memperkuat kemitraan strategis dengan Jepang dalam pengembangan industri, transisi energi, hingga penguatan rantai pasok global. Hal itu dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Executive Acting Secretary-General of the Liberal Democratic Party (LDP) Koichi Hagiuda di Tokyo, Jepang, Rabu (11/3).

Airlangga menyebut kerja sama Indonesia-Jepang telah berkembang semakin luas dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta transformasi industri di kedua negara.

“Dalam sektor otomotif, Jepang selama ini berperan penting dalam membangun ekosistem industri otomotif di Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi juga telah berkembang sebagai basis produksi otomotif yang mengekspor kendaraan ke lebih dari 70 negara,” kata Airlangga dalam keterangan yang dikutip, Kamis (12/3).

Indonesia pun mengapresiasi kontribusi investasi Jepang dalam pengembangan industri otomotif nasional. Ke depan, kata Airlangga, Indonesia akan terus menjaga iklim investasi melalui peningkatan daya saing industri komponen otomotif.

“Khususnya pada tier 2 dan tier 3, sehingga mampu memperkuat rantai pasok industri dan mendorong lahirnya universal brand,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koichi Hagiuda menyampaikan dukungan terhadap langkah Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, termasuk implementasi program B40 serta rencana pengembangan E20 pada tahun 2028. Industri otomotif Jepang disebut siap mengikuti arah kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mendukung agenda transisi energi di sektor transportasi.

Selain itu, kerja sama di bidang energi baru dan terbarukan juga terus mengalami kemajuan melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC). Sejumlah proyek telah mencapai financial closing dan sedang berlanjut. Contohnya pengembangan PLTP Muara Laboh di Sumatera Barat, proyek Legok Nangka Waste-to-Energy di Jawa Barat, serta proyek pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara.

Lebih lanjut, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama industri strategis ke depan, termasuk melalui peran Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) yang dibentuk oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi. Upaya tersebut akan memperluas kolaborasi pengembangan sumber daya dan industri antara Jepang dan Indonesia.

Jepang juga melihat potensi besar Indonesia dalam penguatan sektor economic security, termasuk dalam pengembangan rantai pasok industri teknologi seperti semikonduktor.

“Pertemuan Indonesia dan Jepang ini menegaskan semakin eratnya kemitraan kedua negara dalam mendukung pengembangan sektor-sektor strategis. Ke depan, kolaborasi keduanya diharapkan dapat terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta pengembangan industri yang semakin kompetitif,” pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya