Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA impor 105 ribu mobil pikap secara utuh (completely built up/CBU) dari India dinilai berpotensi menjadi bentuk deindustrialisasi terselubung yang melemahkan arah kebijakan industri nasional.
Senior economist sekaligus pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik Junaidi Rachbini menegaskan, langkah impor tersebut bertentangan dengan upaya pemerintah yang tengah mendorong industrialisasi, penguatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta peningkatan investasi manufaktur dalam negeri.
Ia menilai, jika rencana impor 105 ribu pikap dari India tetap dilanjutkan, hal itu mencerminkan tidak sinkronnya kepemimpinan ekonomi dan industrialisasi nasional karena berpotensi melemahkan arah kebijakan industri.
"Di tengah implementasi kebijakan industrialisasi, kebijakan jalan pintas ini berpotensi menjadi langkah deindustrialisasi yang terselubung," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Selasa (24/2).
Didik menegaskan pemerintah harus segera membatalkan rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dari India. Menurutnya, kebijakan tersebut bertentangan dengan arah industrialisasi nasional yang menempatkan produksi domestik sebagai prioritas melalui belanja pemerintah.
"Pemerintah harus mutlak membatalkannya," kata Rektor Universitas Paramadina tersebut.
Ia menekankan dana publik dan pajak semestinya digunakan untuk memperkuat industri nasional. Karena itu, pemerintah perlu mendorong peningkatan investasi kendaraan niaga lokal sekaligus menghadirkan kebijakan industri yang konsisten dengan agenda hilirisasi.
Menurut Didik, kebijakan instan yang terlihat praktis dalam jangka pendek justru akan melemahkan struktur industri nasional dalam jangka panjang. Selain itu, langkah tersebut juga berisiko menimbulkan persoalan makroekonomi karena impor dalam jumlah besar akan menekan neraca perdagangan dan memperburuk neraca pembayaran.
Padahal, Indonesia saat ini telah mengekspor produk otomotif ke berbagai negara dalam jumlah besar, yakni lebih dari setengah juta unit atau sekitar 518 ribu unit.
"Kebijakan impor ini akan melemahkan strategi ekspor otomotif Indonesia," imbuhnya
Ia mengingatkan rencana impor ratusan ribu pikap dari India berisiko kontraproduktif bagi Indonesia yang sedang berupaya memperkuat posisinya sebagai basis produksi otomotif regional. Menurutnya, langkah tersebut justru dapat menggeser peran Indonesia menjadi sekadar pasar bagi produsen luar negeri.
“Kebijakan ini menjadi preseden bahwa industri domestik dapat dengan mudah dikorbankan demi solusi cepat, yang pada akhirnya melemahkan fondasi transformasi ekonomi Indonesia,” ucapnya.
Didik menambahkan, selama dua dekade terakhir industri otomotif nasional telah berkembang menjadi basis produksi regional sekaligus eksportir global. Masuknya impor dalam jumlah besar berpotensi menurunkan utilisasi pabrik, menekan volume produksi, serta melemahkan daya saing industri yang dibangun melalui investasi besar.
"Langkah impor tersebut merupakan kebijakan yang keliru sekaligus mencerminkan inkonsistensi strategi industrialisasi pemerintah," tudingnya. (Ins/P-3)
Rencana pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar untuk Koperasi Desa Merah Putih harus ditinjau ulang.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pajak impor baru sebesar 25% untuk mobil dan suku cadang mobil yang masuk ke AS.
Pemerintah tetapkan tarif 0% untuk impor kedelai dan gandum AS. Mendag pastikan kebijakan ini tak ganggu industri dan jaga harga pangan tetap stabil.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Pemerintah terus memperkuat kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan menjadikan pengadaan negara sebagai penggerak utama industri nasional.
PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI), produsen Purified Terephthalic Acid (PTA) menyatakan komitmennya untuk memperkuat pasokan bahan baku bagi industri tekstil dan plastik dalam negeri.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie mengingatkan Indonesia tengah menghadapi ancaman serius berupa tsunami barang impor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved