Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Rencana Impor 105 Ribu Mobil untuk Kopdes Merah Putih harus Ditinjau Ulang 

Naufal Zuhdi
22/2/2026 17:39
Rencana Impor 105 Ribu Mobil untuk Kopdes Merah Putih harus Ditinjau Ulang 
ilustrasi(Medcom)

Rencana pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memicu perhatian dari kalangan serikat pekerja, khususnya terkait dampaknya terhadap industri otomotif dalam negeri. PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mendatangkan sekitar 105 ribu unit mobil pick up dari luar negeri guna mendukung operasional KDMP. Namun, kebijakan ini dinilai perlu dikaji ulang di tengah kondisi industri otomotif nasional yang sedang menghadapi tekanan pasar.

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, menilai rencana impor dalam skala besar berpotensi melemahkan industri otomotif nasional. 

"Indonesia sejak lama sudah menjadi basis produksi otomotif global, dengan rekam jejak ekspor kendaraan ke lebih dari 80 negara sejak 1987. Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk otomotif dalam negeri memiliki daya saing yang kuat," ujar Jumhur.

Data industri menunjukkan bahwa produsen otomotif di Indonesia telah mencatatkan kinerja ekspor signifikan.

Salah satunya Toyota yang telah mengekspor lebih dari 3 juta unit kendaraan hingga 2025. Selain itu, merek lain seperti Honda, Daihatsu, dan Mitsubishi juga berkontribusi terhadap neraca perdagangan melalui ekspor kendaraan ke berbagai negara.

"Dengan kapasitas produksi dan pengalaman ekspor, kami menilai pengadaan kendaraan operasional seharusnya dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri," tegasnya.

Kekhawatiran terhadap Dampak Tenaga Kerja

Jumhur juga menyoroti kondisi pasar otomotif domestik yang tengah mengalami perlambatan. Situasi tersebut telah mendorong sejumlah perusahaan melakukan efisiensi, mulai dari pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, rencana impor kendaraan dalam jumlah besar berpotensi memperburuk situasi tenaga kerja di sektor otomotif. KSPSI berharap rencana pengadaan kendaraan operasional untuk KDKMP dapat diarahkan pada produk rakitan dalam negeri. 

"Langkah ini dinilai tidak hanya mendukung keberlangsungan industri nasional, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan terhadap tenaga kerja di sektor otomotif," imbuhnya.

Penguatan penggunaan produk lokal juga dipandang sejalan dengan upaya menjaga stabilitas industri di tengah tantangan ekonomi global. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya