Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Pembangunan Fisik 20 Ribu Kopdes Merah Putih Rampung Juni 2026

Naufal Zuhdi
11/3/2026 13:52
Pembangunan Fisik 20 Ribu Kopdes Merah Putih Rampung Juni 2026
ilustrasi(Antara)

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyatakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) saat ini terus mengalami kemajuan dan ditargetkan puluhan ribu unit dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan perkembangan terbaru per awal 2026, memang terdapat hingga 32.000 Kopdes Merah Putih yang sudah siap, baik dari segi ketersediaan lahan maupun tahap pembangunan, untuk diluncurkan. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.252 unit koperasi telah selesai dibangun secara fisik atau mencapai progres 100%.

“Yang sudah selesai pembangunan fisiknya sekitar 2.252 unit, tetapi ini setiap hari terus bertambah karena banyak yang progresnya sudah 60%, 70%, hingga 80%,” ujar Zulkifli di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta, Rabu (11/3).

Zulkifli menegaskan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan fisik sekitar 20.000 hingga 30.000 unit Kopdes Merah Putih bisa ramping pada Juni mendatang.

“Kita perkirakan pada Juni nanti sekitar 20 sampai 30 ribu pembangunan fisik koperasi ini bisa kita selesaikan,” katanya.

Ia menjelaskan pemerintah juga tengah melakukan pendataan lahan secara lebih rinci di daerah. Beberapa wilayah, terutama di kelurahan atau kawasan perkotaan, memiliki keterbatasan lahan dengan luas kurang dari 1.000 meter persegi. Pendataan tersebut dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk memastikan ketersediaan lahan bagi pembangunan koperasi di seluruh wilayah.

Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi kondisi desa yang belum memiliki lahan untuk pembangunan koperasi. Dalam kasus tersebut, pemerintah daerah seperti gubernur atau bupati akan membantu pengadaan lahan dengan dukungan regulasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui surat edaran sebagai payung hukum.

Zulkifli menyatakan bahwa Kopdes Merah Putih yang dibangun nantinya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi juga sebagai infrastruktur distribusi berbagai program pemerintah. Kopdes/Kel Merah Putih juga akan berperan sebagai offtaker bagi hasil produksi pertanian masyarakat, seperti gabah dan jagung, dengan bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Selain itu, Kopdes Merah Putih akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari cold storage, agen sembako, distribusi LPG, hingga layanan klinik bagi masyarakat desa.

“Koperasi ini juga akan menjadi offtaker. Misalnya jika harga gabah di suatu daerah di bawah Rp6.500 per kilogram, koperasi bisa membeli dan bekerja sama dengan Bulog. Begitu juga dengan komoditas lain seperti jagung,” katanya.

Ia menambahkan setiap koperasi nantinya akan dikelola oleh manajer profesional yang tidak hanya memahami pengelolaan koperasi, tetapi juga memiliki kemampuan kewirausahaan. Dengan skema tersebut, pemerintah berharap koperasi desa dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat distribusi program pemerintah di tingkat desa.

“Kalau ini bisa dijalankan dengan baik, koperasi tidak perlu khawatir bersaing dengan ritel modern,” pungkas Zulkifli. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya