Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Industrialisasi merupakan salah satu agenda utama yang bakal dijalankan pemerintah untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi tinggi. Itu dinilai akan melecut laju perekonomian yang selama ini terbilang belum cukup melesat secara optimal. Deputi Bidang Ekonomi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti memastikan industrialisasi telah menjadi agenda prioritas dalam beberapa tahun ke depan.
"Untuk 20 tahun ke depan kita harus tumbuh tinggi, rerata 6% dalam 20 tahun ke depan. Artinya, untuk bisa mendorong produktivitas, peningkatan total factor productivity, peningkatan pertumbuhan ekonomi potensial, maka salah satu yang berpeluang besar untuk meningkatkan itu adalah industrialisasi," ujar Amalia dalam diskusi bertajuk Urgensi Industrialisasi untuk Mencapai Pertumbuhan 8%, Jakarta, Rabu (16/10).
Industrialisasi menjadi penting lantaran itu merupakan jangkar dan tulang punggung bagi perekonomian nasional dalam jangka menengah panjang. Melalui penghidupan industri, produktivitas ekonomi dalam negeri dapat bergeliat. Selain itu, industrialisasi juga memiliki dampak terusan yang besar bagi sektor-sektor ekonomi lainnya. Di saat yang sama, menghidupi geliat industri juga akan mendorong penciptaan lapangan kerja secara luas.
Lapangan kerja yang tercipta dari industrialisasi disebut lebih berkualitas lantaran masuk dalam kategori penyerapan tenaga kerja formal. "Karena memang kita tidak mau informal ini terus berada di dalam perekonomian kita, kita mau, 59% dari tenaga kerja kita bekerja sebagai pekerja informal," tutur Amalia.
"Itu menyebabkan produktivitas perekonomian rendah, kita harus bisa mengalihkan dari mana sektor yang informal ini untuk bekerja ke sektor formal, sehingga lebih produktif dan berkualitas," tambahnya.
Setidaknya, agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh tinggi, maka pertumbuhan di sektor industri pengolahan harus bisa mendekati 30% dari PDB. Itu diakui tak mudah lantaran kontribusi industri manufaktur terus turun dalam dua dekade terakhir menjadi di kisaran 18% terhadap PDB.
"Oleh sebab itu salah satu caranya adalah perlu industrialisasi yang kuat dan terfokus. Kita tidak lagi bisa main dengan broad based policy. Kita harus mencontoh negara lain yang berhasil melakukan industrialisasi, selektif priority untuk industri, industrialisasi terfokus sehingga intervensi lebih targetted," jelas Amalia.
Dalam lima tahun ke depan, misalnya, industri padat karya, pengembangan industri dasar, industri padat teknologi dan inovasi, hingga hilirisasi menjadi prioritas yang bakal diupayakan. Dari agenda hilirisasi, misalnya, sektor agro, tambang, dan ekonomi biru merupakan yang akan dioptimalisasi lebih dulu.
"Itu potensi besar. Kalau kita bisa dorong itu, comparative advantage, kita dorong jadi keunggulan kompetitif. Jadi dari hal kita melakukan hilirisasi plus diversifikasi produk hilir. Ini yang akan bisa mendorong penciptaan multiplier effect, nilai tambah dalam perekonomian kita, itu akan mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih terstruktur," tutur Amalia. (Z-11)
Wamen UMKM Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, serta digitalisasi layanan agar UMKM
Sejumlah proyek percontohan microgrid terintegrasi berbasis PLTS disiapkan untuk area yang membutuhkan pasokan listrik besar tetapi masih terkendala akses jaringan listrik.
Tantangan terbesar freelancer saat ini bukan sekadar soal keahlian teknis, melainkan kemampuan beradaptasi.
AI telah berevolusi dari teknologi pendukung menjadi fondasi strategis dalam membangun daya saing brand.
Nama Michael Wisnu Wardhana mendadak menjadi perbincangan nasional setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran besar di Gedung Terra Drone.
Country head & Board of directors Marketing & Media Alliance (MMA) Indonesia, Shati Tolani, menekankan pentingnya bulan Ramadan 2026 menjadi pendorong utama industri.
Surplus perdagangan yang dialami Indonesia selama 67 bulan berturut-turut, tidak serta-merta membuat perekonomian nasional kebal terhadap risiko geopolitik global.
Pemerintah mengklaim sukses menutup 2025 dengan capaian kinerja perekonomian yang tetap terjaga di tengah tantangan dinamika global.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
WAKIL Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, serta digitalisasi layanan UMKM.
REI memanfaatkan momentum kebijakan pemerintah dan geliat pasar yang menguat sebagai titik konsolidasi untuk merapatkan barisan menuju kebangkitan kembali sektor properti.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan perekonomian Indonesia terus mempertahankan momentum positif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved