Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 berada di kisaran 4,9%–5,7%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2025 yang berada pada rentang 4,7%–5,5%.
“Artinya, ruang pertumbuhan ekonomi pada 2026 akan lebih luas,” jelasnya Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam acara Starting Year Forum 2026, Kamis (22/1).
Destry juga menilai perekonomian Indonesia saat ini masih bergerak di bawah tingkat potensialnya. Oleh karena itu, dorongan pertumbuhan ke depan diperkirakan tidak akan memicu tekanan inflasi yang berlebihan. BI memperkirakan inflasi tetap terkendali dalam rentang sasaran, yakni 2,5%±1.
"Kami masih memperkirakan inflasi itu masih dalam ruang yang manageable," ucapnya.
Di sisi kebijakan moneter, BI telah melakukan siklus penurunan suku bunga. Sejak September 2024 hingga saat ini, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150 basis poin. Penurunan tersebut mulai tertransmisi ke pasar keuangan, khususnya pasar obligasi.
Namun demikian, Destry mengakui masih terdapat tantangan dalam transmisi suku bunga ke sektor perbankan. Suku bunga dana perbankan tercatat turun sekitar 59 basis poin atau 0,59% dibandingkan tahun lalu, sementara suku bunga kredit baru turun sekitar 38 basis poin.
“Ini memang masih menjadi pekerjaan rumah karena ada jeda waktu dalam transmisi ke kredit,” ujarnya.
Meski begitu, BI menilai kondisi saat ini sudah mengarah pada lingkungan suku bunga yang lebih rendah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter ini juga didukung oleh ekspansi fiskal, seiring dengan perkiraan bahwa berbagai program pemerintah akan lebih banyak terealisasi pada 2026.
Dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan, BI mengandalkan lima bauran kebijakan, yakni kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi dan keuangan hijau.
Salah satu fokus utama bauran kebijakan tersebut adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Destry menyebut, arah penguatan rupiah mulai terlihat, ditopang oleh fundamental ekonomi yang relatif baik dibandingkan negara lain.
"Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) tetap terkendali, cadangan devisa mencapai sekitar US$156 miliar, serta defisit anggaran dijaga di bawah 3% PDB," kata Destry.
Selain itu, BI juga menjalankan kebijakan ekspansi likuiditas moneter. Hingga saat ini, BI telah menyalurkan Kredit Likuiditas Makroprudensial (KLM) sekitar Rp388 triliun kepada perbankan untuk disalurkan ke sektor-sektor prioritas. BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar primer dan sekunder sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Dengan berbagai instrumen yang kami miliki, Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Destry. (H-3)
KONFLIK militer terbuka antara Israel --dengan dukungan Amerika Serikat (AS)-- dan Iran pada awal 2026 lalu telah membawa risiko guncangan yang sangat signifikan terhadap perekonomian global
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney meminta G7 melepas cadangan minyak strategis untuk meredam lonjakan harga akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz.
Program Gerakan Pangan Murah digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat Ramadan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi.
Harga minyak mentah melonjak melewati US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak 2022.
UNTUK mengendalikan inflasi menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) pada bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Toba kembali menggelar gerakan pasar murah (GPM) di Kecamatan Uluan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyebut tantangan pertumbuhan ekonomi muncul dari sisi global maupun domestik.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada 2025 akan terus berlanjut hingga 2026.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Sejumlah program yang digulirkan pada akhir tahun ini juga diharapkan mampu mengoptimalisasi dan mendung kinerja positif sejumlah indikator ekonomi tersebut.
Pertumbuhan kuartal I 2026 berpotensi mengerek pertumbuhan karena didorong faktor musiman adanya perayaan Tahun Baru, Imlek, dan Ramadan–Idul Fitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved