Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Inflasi Februari Melonjak Imbas Low-Base Effect, BPS Prediksi April Normal Lagi

Ihfa Firdausya
03/3/2026 10:32
Inflasi Februari Melonjak Imbas Low-Base Effect, BPS Prediksi April Normal Lagi
ilustrasi(Antara)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, kondisi tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya efek basis rendah (low-base effect) sebagaimana terjadi pada inflasi tahunan Januari 2026.

"Pada Januari-Februari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif listrik, sehingga level harga pada periode tersebut berada di bawah tren normal dan menekan IHK (indeks harga konsumen). Kebijakan tersebut tidak ditemui pada awal tahun 2026. Akibatnya, pada Februari 2026, tingkat inflasi tahunan terlihat lebih tinggi meskipun dinamika harga sesungguhnya relatif sejalan dengan tren fundamental," paparnya dalam konferensi pers, Senin (2/3).

Dampak low-base effect ini terlihat dari tingginya angka inflasi tahunan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga pada Februari 2026 yang mencapai 16,19%, dengan andil inflasi sebesar 2,26%.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami inflasi tahunan 3,51% atau memberikan andil inflasi sebesar 1,05%. Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan tercatat mengalami deflasi 0,09% atau memberikan andil inflasi hampir 0%.

Ateng menyampaikan, penyelesaian tarif listrik prabayar kembali mulai normal pada Maret ini tetapi diskon tarif listrik masih dirasakan di pascabayar. Karena itu pada Maret ini masih relatif ada low base effect meskipun tidak setinggi pada Januari dan Februari.

"Karena tadi, masih dirasakan pelanggan pascabayarnya sehingga low base effect masih akan tetap mempengaruhi inflasi tahunan di bulan Maret. Low base effect ini dimungkinkan berakhir pada Maret dan angka inflasinya pada April 2026 nanti inflasinya relatif akan stabil kembali, tidak ada low base effect-nya," jelasnya.  (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya