Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, kondisi tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya efek basis rendah (low-base effect) sebagaimana terjadi pada inflasi tahunan Januari 2026.
"Pada Januari-Februari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif listrik, sehingga level harga pada periode tersebut berada di bawah tren normal dan menekan IHK (indeks harga konsumen). Kebijakan tersebut tidak ditemui pada awal tahun 2026. Akibatnya, pada Februari 2026, tingkat inflasi tahunan terlihat lebih tinggi meskipun dinamika harga sesungguhnya relatif sejalan dengan tren fundamental," paparnya dalam konferensi pers, Senin (2/3).
Dampak low-base effect ini terlihat dari tingginya angka inflasi tahunan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga pada Februari 2026 yang mencapai 16,19%, dengan andil inflasi sebesar 2,26%.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami inflasi tahunan 3,51% atau memberikan andil inflasi sebesar 1,05%. Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan tercatat mengalami deflasi 0,09% atau memberikan andil inflasi hampir 0%.
Ateng menyampaikan, penyelesaian tarif listrik prabayar kembali mulai normal pada Maret ini tetapi diskon tarif listrik masih dirasakan di pascabayar. Karena itu pada Maret ini masih relatif ada low base effect meskipun tidak setinggi pada Januari dan Februari.
"Karena tadi, masih dirasakan pelanggan pascabayarnya sehingga low base effect masih akan tetap mempengaruhi inflasi tahunan di bulan Maret. Low base effect ini dimungkinkan berakhir pada Maret dan angka inflasinya pada April 2026 nanti inflasinya relatif akan stabil kembali, tidak ada low base effect-nya," jelasnya. (E-3)
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Kota Padang mengalami deflasi (penurunan harga barang) pada bulan Januari 2026.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu cabai merah sebesar 0,10 persen, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah masing-masing sebesar 0,06 persen.
BADAN Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat pada Januari 2026 ini, inflasi bulan ke bulan di provinsi ini sebesar -0,16% atau mengalami deflasi 0,16%.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved