Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Ekspor Indonesia Tumbuh 3,39 Persen Jadi US$22,16 Miliar

Naufal Zuhdi
02/3/2026 12:25
Ekspor Indonesia Tumbuh 3,39 Persen Jadi US$22,16 Miliar
ilustrasi(Antara)

Kinerja ekspor Indonesia yang tetap tumbuh pada awal tahun menjadi penopang utama surplus neraca perdagangan Januari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan dan berkontribusi besar terhadap surplus perdagangan sebesar US$0,95 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa surplus tersebut terutama didukung oleh sektor nonmigas, sementara sektor migas masih mengalami defisit.

“Pada bulan Januari 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$0,95 miliar. Angka ini ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$3,22 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit US$2,27 miliar,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3).

Peningkatan ekspor terutama berasal dari sektor industri pengolahan yang mencatat pertumbuhan 8,19 persen secara tahunan, dengan kontribusi kenaikan mencapai 6,54% terhadap total ekspor.

“Nilai ekspor industri pengolahan naik 8,19% pada Januari 2026 (y-on-y) dengan andil peningkatan sebesar 6,54 persen,” jelas Ateng.

Tiga negara utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia pada Januari 2026 adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, dengan kontribusi mencapai 43,77 persen.

Tiongkok menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$5,27 miliar (24,80%), disusul Amerika Serikat sebesar US$2,51 miliar (11,82%) dan India sebesar US$1,52 miliar (7,15%).

Komoditas utama yang diekspor ke Tiongkok meliputi besi dan baja, nikel serta turunannya, dan bahan bakar mineral. Sementara ekspor ke Amerika Serikat didominasi mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian rajutan.

Di sisi lain, impor Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar US$21,20 miliar atau meningkat 18,21% secara tahunan. Kenaikan impor didorong oleh sektor nonmigas yang mencapai US$18,04 miliar, naik 16,71%, serta impor migas yang meningkat 27,52% menjadi US$3,17 miliar.

BPS juga mencatat tiga negara utama asal impor nonmigas Indonesia yaitu Tiongkok, Australia, dan Jepang dengan kontribusi sebesar 54,92%.

Secara keseluruhan, surplus perdagangan nonmigas Januari 2026 ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, nikel dan turunannya, serta alas kaki. Kinerja ekspor yang tetap tumbuh ini menjadi faktor kunci dalam menjaga neraca perdagangan Indonesia tetap positif di tengah dinamika ekonomi global. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya