Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar US$0,95 miliar. Surplus tersebut diperoleh dari total nilai ekspor sebesar 22,16 miliar dolar AS dan impor sebesar 21,20 miliar dolar AS.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, bahwa kinerja ekspor nasional mengalami peningkatan 3,39 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, impor tercatat melonjak lebih tinggi, yakni sebesar 18,21 persen yoy.
Menurut Ateng, kenaikan ekspor didorong oleh sektor nonmigas, khususnya industri pengolahan yang mencatat pertumbuhan nilai ekspor sebesar 8,19 persen secara tahunan, dengan kontribusi peningkatan mencapai 6,54 persen.
Di sisi lain, peningkatan impor juga terutama disebabkan oleh kenaikan impor nonmigas, yang memberikan kontribusi sebesar 14,4 persen terhadap total impor secara keseluruhan. (Ant/E-3)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan Neraca Perdagangan Indonesia tidak akan menyempit akibat kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS).
Ekonom senior Didik J. Rachbini dari Indef menilai rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up dari India berisiko melemahkan industri otomotif nasional dan neraca perdagangan.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved