Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025 secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh ekspor non-migas.
“Nilai ekspor migas Januari 2026 tercatat US$0,89 miliar atau turun 15,62 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai ekspor non-migas mencapai US$21,26 miliar atau naik 4,38 persen,” ujarnya, Senin (2/3).
Secara sektoral, dari total ekspor non-migas sebesar US$21,26 miliar, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi US$0,44 miliar; sektor pertambangan dan lainnya US$2,32 miliar; serta sektor industri pengolahan sebesar US$18,51 miliar.
Peningkatan ekspor non-migas secara tahunan terutama terjadi pada sektor industri pengolahan yang tumbuh 8,19 persen dengan andil 6,54 persen terhadap total ekspor. Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya ekspor minyak kelapa sawit (CPO), nikel, besi dan baja, semikonduktor dan komponen elektronik, serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Sebaliknya, sektor pertanian turun 20,36 persen dan sektor pertambangan serta lainnya menurun 14,59 persen secara tahunan.
Dari sisi komoditas, beberapa produk non-migas mencatat pertumbuhan signifikan. Lemak dan minyak hewan/nabati (HS15) naik 46,05 persen dengan andil 4,61 persen terhadap total ekspor. Nikel dan barang daripadanya (HS75) tumbuh 42,04 persen dengan andil 1,43 persen. Mesin dan perlengkapan elektronik serta bagiannya (HS85) juga meningkat 16,27 persen dengan andil 1 persen.
BPS juga mencatat tiga komoditas unggulan—CPO dan turunannya, besi dan baja, serta batu bara—secara bersama-sama menyumbang 29,31 persen dari total ekspor non-migas Januari 2026. Nilai ekspor CPO dan turunannya melonjak 59,63 persen secara tahunan. Sementara ekspor besi dan baja turun tipis 0,13 persen dan ekspor batu bara terkoreksi 16,04 persen.
Berdasarkan negara tujuan, tiga besar pasar ekspor non-migas Indonesia pada Januari 2026 adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India dengan total pangsa 43,77 persen.
Ekspor non-migas ke Tiongkok tercatat US$5,27 miliar, didominasi besi dan baja (HS72) dengan pangsa 25,08 persen, meskipun turun 10,08 persen secara tahunan. Ekspor ke Amerika Serikat sebesar US$2,51 miliar, terutama mesin dan perlengkapan elektronik (HS85) dengan pangsa 18,51 persen dan tumbuh 33,04 persen. Sementara ekspor ke India mencapai US$1,52 miliar, didominasi bahan bakar mineral (HS27) dengan pangsa 29,07 persen, namun turun 7,84 persen secara tahunan.
Sebagai informasi, mulai rilis Januari 2026, angka ekspor kawasan ASEAN telah mencakup Timor-Leste sebagai bagian dari negara anggota ASEAN dalam publikasi statistik BPS. (H-3)
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
BPS Targetkan Verifikasi 106 Ribu Peserta PBI-JKN Penyintas Penyakit Kronis Tuntas Sebelum Lebaran 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
Mendes PDT Yandri Susanto, yang hadir langsung melepas keberangkatan kontainer ekspor tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret sektor swasta dalam membina desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved