Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

BPS Petakan Potensi Dampak Ekonomi jika Jalur Selat Hormuz Lumpuh

Akmal Fauzi
02/3/2026 15:17
BPS Petakan Potensi Dampak Ekonomi jika Jalur Selat Hormuz Lumpuh
Ilustrasi: Peta lalu lintas Selat Hormuz(Media Sosial X)

BADAN Pusat Statistik (BPS) memetakan sejumlah mitra dagang utama Indonesia yang berada di jalur pelayaran Selat Hormuz. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur logistik global.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa meskipun dampak pastinya masih memerlukan kajian lebih lanjut, BPS telah merangkum potret perdagangan Indonesia dengan Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA) sepanjang tahun 2025.

Berikut adalah data transaksi perdagangan Indonesia dengan tiga negara di jalur Selat Hormuz:

Negara Ekspor Indonesia Impor Indonesia Komoditas Utama
Uni Emirat Arab 4 Miliar USD 1,4 Miliar USD Lemak/Minyak Nabati, Kendaraan, Logam Mulia
Oman 428,8 Juta USD 718,8 Juta USD Besi & Baja, Lemak/Minyak Nabati
Iran 249,1 Juta USD 8,4 Juta USD Buah-buahan, Kendaraan, Besi & Baja

Detail Komoditas Impor dan Ekspor

Ateng merinci beberapa komoditas strategis yang berpotensi terdampak jika jalur pelayaran ini terganggu:

1. Hubungan Dagang dengan Uni Emirat Arab (UEA)

Dari sisi ekspor yang mencapai 4 miliar dolar AS, Indonesia banyak mengirim lemak dan minyak hewan nabati (510,3 juta dolar AS) serta kendaraan (363,5 juta dolar AS). Sebaliknya, Indonesia mengimpor logam mulia senilai 511,1 juta dolar AS dari UEA.

2. Hubungan Dagang dengan Oman

Impor dari Oman didominasi oleh besi dan baja (590,5 juta dolar AS). Sementara itu, ekspor Indonesia ke Oman didominasi lemak dan minyak hewan nabati senilai 227,7 juta dolar AS.

3. Hubungan Dagang dengan Iran

Indonesia banyak mengekspor buah-buahan (86,4 juta dolar AS) dan kendaraan (34,1 juta dolar AS) ke Iran. Adapun impor dari Iran masih tergolong kecil, yakni 8,4 juta dolar AS yang didominasi buah-buahan.

"Untuk melihat potensi dampak jika konflik meningkat, tentunya ini diperlukan kajian yang lebih lanjut lagi. Kami hanya bisa memaparkan tadi beberapa komoditas," kata Ateng.

Ketegangan memuncak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dikerahkan untuk menutup Selat Hormuz pada Sabtu (28/2). Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.

“Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran,” kata Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari kepada penyiar Al-Mayadeen.

Sebagai balasan atas serangan terhadap Teheran, Iran juga telah meluncurkan rudal ke wilayah Israel dan menargetkan infrastruktur militer AS di kawasan tersebut.

(Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya