Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) Purwokerto, Jawa Tengah, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyumas Raya untuk mewaspadai lonjakan inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Mahdi Abdillah, mengatakan ada pola musiman kenaikan permintaan bahan pangan saat hari besar keagamaan nasional. Sehingga Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyumas Raya perlu menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga.
“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, permintaan biasanya meningkat. Karena itu, TPID akan memperkuat berbagai upaya pengendalian agar pasokan tetap terjaga dan harga terkendali,” kata Mahdi, Rabu (4/2).
Ia menjelaskan, strategi pengendalian difokuskan dari sisi hulu hingga distribusi. “Kami mendorong peningkatan produksi pangan, termasuk melalui pengembangan pesantren berbasis pertanian, pembinaan petani milenial, dan perluasan digital farming,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, intervensi pasar juga akan diperkuat. “Operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah akan diintensifkan. Kerja sama antar daerah juga terus diperkuat untuk memastikan ketersediaan komoditas strategis,” katanya.
Peringatan tersebut disampaikan di tengah kondisi inflasi Banyumas Raya yang relatif terkendali pada awal tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah ini, yakni Purwokerto dan Cilacap, justru mengalami deflasi pada Januari 2026.
Mahdi memaparkan bahwa Kota Purwokerto mengalami deflasi bulanan 0,36 persen dengan inflasi tahunan 2,79 persen. Sementara Cilacap deflasi 0,42 persen secara bulanan dan inflasi tahunannya 2,63 persen. “Secara tahunan, angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5 plus minus 1 persen,” tambahnya.
Menurut Mahdi, deflasi Januari terutama dipicu turunnya harga komoditas pangan. “Setelah periode Natal dan Tahun Baru, permintaan masyarakat menurun. Di sisi lain, pasokan hortikultura dari sentra produksi meningkat, sehingga harga sejumlah komoditas terkoreksi,” jelasnya. “Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras. Di Cilacap, komoditas yang sama juga menjadi penyumbang utama deflasi,”ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui ada faktor penahan deflasi. Kenaikan harga emas perhiasan dan beberapa komoditas nonpangan membuat deflasi tidak lebih dalam.
Mahdi menegaskan, inflasi yang tetap terkendali tidak lepas dari sinergi TPID. “Kami rutin menggelar pasar murah, memperkuat koordinasi stabilisasi pasokan pangan, serta mengintensifkan komunikasi publik agar masyarakat berbelanja secara bijak. Dari sisi distribusi, kelancaran terus dijaga. Salah satunya melalui toko tani mingguan yang mempersingkat rantai pasok dari petani ke konsumen,” ujarnya.
Ke depan, BI Purwokerto memastikan koordinasi akan terus diperkuat. “Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar inflasi Banyumas Raya tetap berada dalam kisaran sasaran nasional, terutama saat permintaan meningkat di Ramadan dan Idulfitri,” kata Mahdi.(H-2)
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Harga di Pasar Penuin, Pasar Mitra Raya, dan Pasar Tos 3000 menunjukkan harga cabai rawit merah menembus Rp92.950 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved