Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Data Deflasi Turun, Harga di Pasar Tradisional Batam Masih Bikin Warga Mengeluh

Hendri Kremer
12/2/2026 14:45
Data Deflasi Turun, Harga di Pasar Tradisional Batam Masih Bikin Warga Mengeluh
10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar di Kota Batam pada Januari 2026 (m-to-m). Cabai merah menjadi penyumbang deflasi terbesar (-0,31%), sementara emas perhiasan menyumbang inflasi tertinggi (0,23%).(MI/HENDRI KREMER)

DATA resmi menunjukkan cabai dan sejumlah kebutuhan pokok menjadi penyumbang deflasi Kota Batam pada Januari 2026. Namun, kondisi di pasar tradisional justru masih dikeluhkan warga karena harga dinilai belum sepenuhnya turun.

Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan (month-to-month), cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen. Sejumlah sayuran seperti bayam dan kangkung masing-masing -0,05 persen, serta sawi hijau dan buncis masing-masing -0,03 persen, turut menahan laju inflasi.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Wahyu Daryatin, menyebutkan penurunan harga dipengaruhi kelancaran pasokan dan distribusi dari daerah pemasok.

“Pasokan relatif aman dan distribusi lancar, sehingga beberapa komoditas hortikultura mengalami penurunan harga dan memberi andil deflasi,” ujarnya, Kamis (12/2).

Namun, pantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan harga di tingkat eceran belum sepenuhnya mencerminkan angka penurunan tersebut. Beberapa konsumen mengaku masih merasakan beban belanja yang cukup tinggi.

“Memang cabai agak turun, tapi beras dan bahan lain masih mahal. Belanja tetap terasa berat,” kata Rina, 38, warga Batam Center, saat ditemui di pasar.

Keluhan serupa disampaikan pembeli lainnya yang menilai penurunan harga belum merata. Mereka berharap harga kebutuhan pokok benar-benar stabil dan terjangkau.

Menanggapi hal itu, Wahyu menjelaskan adanya kemungkinan perbedaan waktu penyesuaian harga antara distributor dan pedagang eceran. Selain itu, stok lama yang dibeli dengan harga tinggi juga dapat memengaruhi harga jual saat ini.

“Biasanya ada jeda waktu penyesuaian di tingkat pengecer. Kami terus melakukan monitoring harian agar penurunan harga bisa segera dirasakan masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, data juga mencatat komoditas yang mendorong inflasi, seperti emas perhiasan dengan andil 0,23 persen, beras 0,11 persen, dan sewa rumah 0,05 persen.

Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan antara tren statistik dan realita lapangan, yang masih menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Batam. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya