Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Harga Telur Lebaran 2026 Dijamin Stabil, Berikut Jurus Kementan!

Naufal Zuhdi
01/3/2026 10:42
Harga Telur Lebaran 2026 Dijamin Stabil, Berikut Jurus Kementan!
Harga Telur Lebaran 2026 Dijamin Stabil(Dok. Kementan)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan harga telur ayam ras tetap terkendali selama Ramadan hingga menjelang idul fitri 2026 melalui penguatan koordinasi dengan pelaku usaha perunggasan nasional. Langkah strategis ini dilakukan untuk menjamin pasokan tetap aman dan masyarakat terlindungi dari lonjakan harga yang tidak wajar.

Sebagaimana diketahui, permintaan telur biasanya mengalami peningkatan signifikan seiring kebutuhan rumah tangga dan industri pangan saat Ramadan.

Tanpa pengendalian yang ketat, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen yang dapat memicu inflasi pangan.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Makmun, menekankan pentingnya sinergi agar harga tetap dalam batas wajar dan distribusi berjalan lancar dari produsen hingga ke pasar.

“Kami di Kementerian Pertanian bergerak terus mengecek ke lapangan. Saya berharap kita saling menjaga agar stabilitas ini tetap terjaga hingga Lebaran nanti,” ujar Makmun dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (1/3).

Stabilitas Harga Pakan Jadi Kunci

Dari sisi hulu, Direktur Pakan Ditjen PKH, Tri Melasari, memastikan ketersediaan pakan ternak dalam kondisi aman. Harga pakan saat ini relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan yang melampaui batas kewajaran.

Meskipun beberapa wilayah melaporkan adanya penyesuaian harga tipis, Tri menegaskan harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Stabilnya biaya produksi ini berdampak langsung pada kemampuan peternak menjaga harga telur di tingkat konsumen tetap terjangkau.

Perlindungan Peternak Rakyat Mandiri

Ketua Asosiasi Peternak Layer Nasional (PLN), Musbar Mesdi, mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi tata kelola perunggasan nasional. Namun, ia juga menitipkan pesan agar kebijakan pemerintah tetap berpihak pada keadilan bagi peternak kecil.

"Aturan harus mampu melindungi peternak rakyat mandiri agar tetap bertahan di tengah dinamika industri yang kompetitif," ungkap Musbar.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar (BTB), Yesi Yuni Astuti, berharap pemerintah mempercepat distribusi program Jagung SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). "Mohon Pak, Jagung SPHP segera dicairkan sehingga bisa membantu stabilitas biaya pakan kami di daerah sentra," ujarnya.

Pengawasan Ketat Bapanas

Koordinator Kelompok Substansi Stabilisasi Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Jan Piter Sinaga, menyebutkan bahwa kepatuhan terhadap Harga Indikator Tertinggi (HIT) maupun HET menjadi kunci menjaga keseimbangan pasar.

Bapanas bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan untuk mencegah praktik spekulasi yang memberatkan konsumen, sekaligus memastikan rantai distribusi dari peternak ke pasar tradisional maupun ritel modern berjalan tanpa hambatan.

Melalui koordinasi lintas sektoral ini, pemerintah menegaskan kehadirannya dalam melindungi hak konsumen untuk mendapatkan pangan strategis dengan harga yang adil, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha para peternak nasional. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya