Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memberikan kepastian bahwa ketersediaan aneka cabai nasional berada dalam kondisi aman dan surplus untuk menghadapi Ramadan serta Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian ini didapat dari hasil penguatan produksi nasional, pemantauan intensif di berbagai sentra utama, dan sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan strategis.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa pemerintah secara aktif memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Melalui penguatan produksi dan kelancaran distribusi, pemerintah menjamin kebutuhan masyarakat selama hari besar keagamaan ini terpenuhi dengan baik.
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan nasional, komoditas cabai rawit diproyeksikan mengalami surplus sebesar 54 ribu ton pada Februari 2026 dan melonjak hingga 99 ribu ton pada Maret 2026. Sementara itu, cabai besar juga mencatatkan surplus sebesar 14 ribu ton pada Februari dan 11 ribu ton pada Maret 2026. Kondisi surplus ini didukung oleh luas panen di wilayah sentra seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh. Agung Sunusi, melaporkan hasil kunjungan lapangan di Garut, Sumedang, Bandung, dan Lombok Timur menunjukkan pertanaman cabai tumbuh sehat meski ada tantangan iklim. Untuk menjaga keterjangkauan harga, para mitra di bawah Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) berkomitmen menggelar pasar cabai dengan harga petani di berbagai daerah guna memastikan keseimbangan harga baik di tingkat konsumen maupun produsen.
Proyeksi Surplus Stok Cabai Nasional 2026
Informasi Tambahan:
Sentra Produksi Utama: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, dan NTB.
Aksi Pasar Murah: Dilaksanakan secara serentak di Banjarnegara, Sleman, Magelang, Cianjur, Bandung, Garut, hingga Lombok Timur. (H-2)
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Kabar gembira! Kementan pastikan stok & harga telur ayam terkendali jelang idul fitri 2026. Intip langkah strategis pemerintah lindungi konsumen di sini.
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved