Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memberikan kepastian bahwa ketersediaan aneka cabai nasional berada dalam kondisi aman dan surplus untuk menghadapi Ramadan serta Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian ini didapat dari hasil penguatan produksi nasional, pemantauan intensif di berbagai sentra utama, dan sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan strategis.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa pemerintah secara aktif memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Melalui penguatan produksi dan kelancaran distribusi, pemerintah menjamin kebutuhan masyarakat selama hari besar keagamaan ini terpenuhi dengan baik.
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan nasional, komoditas cabai rawit diproyeksikan mengalami surplus sebesar 54 ribu ton pada Februari 2026 dan melonjak hingga 99 ribu ton pada Maret 2026. Sementara itu, cabai besar juga mencatatkan surplus sebesar 14 ribu ton pada Februari dan 11 ribu ton pada Maret 2026. Kondisi surplus ini didukung oleh luas panen di wilayah sentra seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh. Agung Sunusi, melaporkan hasil kunjungan lapangan di Garut, Sumedang, Bandung, dan Lombok Timur menunjukkan pertanaman cabai tumbuh sehat meski ada tantangan iklim. Untuk menjaga keterjangkauan harga, para mitra di bawah Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) berkomitmen menggelar pasar cabai dengan harga petani di berbagai daerah guna memastikan keseimbangan harga baik di tingkat konsumen maupun produsen.
Proyeksi Surplus Stok Cabai Nasional 2026
Informasi Tambahan:
Sentra Produksi Utama: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, dan NTB.
Aksi Pasar Murah: Dilaksanakan secara serentak di Banjarnegara, Sleman, Magelang, Cianjur, Bandung, Garut, hingga Lombok Timur. (H-2)
Harga kedua komoditas itu turun sebesar 5,53 persen untuk bawang merah dan 1,25 persen bawang putih honan. Harga bawang merah kini menjadi Rp38.968 per kilogram.
Selain cabai merah, komoditas lain juga turun harga. Di antaranya, telur ayam ras turun Rp133 dari Rp29.735 menjadi Rp29.602/kg, cabai rawit turun Rp2.484 dari Rp43.834 menjadi Rp41.350/kg.
Harga cabai merah di Aceh melonjak hingga Rp60.000 per kg saat Lebaran 2026. Simak penyebab dan pantauan harga terbaru di Pasar Pante Teungoh Sigli.
Kementan menyatakan terjaganya pasokan cabai berdampak pada harga cabai yang semakin terkendali.
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
DEWAN Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Kementan menyatakan terjaganya pasokan cabai berdampak pada harga cabai yang semakin terkendali.
PEMERINTAH melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan membuka diri bagi masyarakat apabila menemukan anomali harga pangan pokok di pasaran.
Kabar gembira! Kementan pastikan stok & harga telur ayam terkendali jelang idul fitri 2026. Intip langkah strategis pemerintah lindungi konsumen di sini.
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved