Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Harga Cabai Terpantau Tinggi di Bengkulu karena Stok Minim, Komoditas Pangan Lain Terpantau Aman

Naufal Zuhdi
17/2/2026 19:02
Harga Cabai Terpantau Tinggi di Bengkulu karena Stok Minim, Komoditas Pangan Lain Terpantau Aman
Ilustrasi(Ditjen PKH Kementan)

TIM Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (16/2), guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kegiatan pemantauan lapangan dilaksanakan di Pasar Minggu Kota Bengkulu, Gudang Bulog Sidomulyo, serta ritel modern Fresh Kapuas Kota Bengkulu.

Di Pasar Minggu Kota Bengkulu, harga sejumlah komoditas terpantau sebagai berikut: bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp38.000/kg, cabai merah keriting Rp50.000/kg, cabai rawit merah Rp85.000/kg, dan daging ayam ras Rp44.000/kg, gula pasir curah Rp17.500/kg. Tim menemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Komoditas yang tercatat berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) atau Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni cabai rawit merah dan daging ayam ras.

Tim mencatat kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang. Sementara itu, lonjakan harga daging ayam ras terjadi karena meningkatnya permintaan. Meski demikian, harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg dinilai masih dalam batas wajar, demikian pula sejumlah komoditas lain seperti harga daging sapi 140.000/kg dan telur Rp28.000/kg masih stabil.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Peternakan Provinsi Bengkulu, Dien Akba, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi komoditas peternakan, khususnya daging ayam ras dan telur. 

“Secara umum, ketersediaan daging ayam dan telur di tingkat peternak masih mencukupi. Kenaikan harga lebih disebabkan oleh peningkatan permintaan menjelang puasa serta kebutuhan program MBG. Kami terus berkoordinasi dengan pelaku usaha dan peternak untuk menjaga keseimbangan suplai agar harga tetap stabil,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (17/2).

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mendorong optimalisasi distribusi dari sentra produksi ke pasar-pasar utama serta memperkuat komunikasi dengan peternak agar tidak terjadi spekulasi harga. 

“Kami memastikan bahwa produksi dalam daerah tetap berjalan dan distribusi tidak mengalami hambatan. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas peternakan menjelang HBKN,” tegas Dien.

Di Gudang Bulog Sidomulyo, ketersediaan stok dinyatakan aman. Stok beras PSO tercatat mencapai 5.517 ton, stok Minyakita berada di 222.216 liter, serta gula dalam berbagai kemasan dengan total puluhan ton. Gudang ini juga menerima perpindahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Lampung sebesar 23.000 ton. Namun, kapasitas gudang yang hanya mampu menampung sekitar 12.000 ton membuat kebutuhan gudang filial tambahan menjadi perhatian. Secara umum, stok dinilai mencukupi untuk wilayah Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, dan Seluma.

Pimpinan Perum Bulog Wilayah Bengkulu, Dody Syahrial menegaskan bahwa pihaknya siap menjaga pasokan dan memperkuat distribusi. 

“Kami memastikan stok beras dan minyak goreng dalam kondisi aman untuk kebutuhan masyarakat menjelang puasa dan Idulfitri. Jika diperlukan, kami siap melakukan langkah percepatan distribusi agar tidak terjadi gejolak harga di tingkat konsumen,” ujar Dody.

Sementara itu, pada kesempatan berbeda, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Ditjen PKH, Kementerian Pertanian, Makmun, menyampaikan bahwa saat ini stok produk peternakan di pasar cukup tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Saat ini, pemerintah dan pelaku usaha bekerja sama memastikan distribusi berjalan lancar, stok aman, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Mari kita jaga ketenangan, di hulu jangan menaikkan harga, di bandar maupun di pasar juga, sehingga masyarakat dapat menikmati daging dengan harga yang terjangkau," ucap dia.

Sementara itu, di ritel modern Fresh Kapuas, harga komoditas terpantau sesuai HET, dengan beras premium berkisar Rp15.000–Rp15.400/kg dan gula kemasan Rp17.500/kg. Ke depan, Satgas Saber akan terus memperkuat pengawasan pasokan dan harga pangan, termasuk menelusuri rantai distribusi beras premium serta distribusi telur dan daging ayam di tingkat peternak. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga menjelang HBKN. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik