Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (16/2), guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kegiatan pemantauan lapangan dilaksanakan di Pasar Minggu Kota Bengkulu, Gudang Bulog Sidomulyo, serta ritel modern Fresh Kapuas Kota Bengkulu.
Di Pasar Minggu Kota Bengkulu, harga sejumlah komoditas terpantau sebagai berikut: bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp38.000/kg, cabai merah keriting Rp50.000/kg, cabai rawit merah Rp85.000/kg, dan daging ayam ras Rp44.000/kg, gula pasir curah Rp17.500/kg. Tim menemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Komoditas yang tercatat berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) atau Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni cabai rawit merah dan daging ayam ras.
Tim mencatat kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang. Sementara itu, lonjakan harga daging ayam ras terjadi karena meningkatnya permintaan. Meski demikian, harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg dinilai masih dalam batas wajar, demikian pula sejumlah komoditas lain seperti harga daging sapi 140.000/kg dan telur Rp28.000/kg masih stabil.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Peternakan Provinsi Bengkulu, Dien Akba, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi komoditas peternakan, khususnya daging ayam ras dan telur.
“Secara umum, ketersediaan daging ayam dan telur di tingkat peternak masih mencukupi. Kenaikan harga lebih disebabkan oleh peningkatan permintaan menjelang puasa serta kebutuhan program MBG. Kami terus berkoordinasi dengan pelaku usaha dan peternak untuk menjaga keseimbangan suplai agar harga tetap stabil,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (17/2).
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mendorong optimalisasi distribusi dari sentra produksi ke pasar-pasar utama serta memperkuat komunikasi dengan peternak agar tidak terjadi spekulasi harga.
“Kami memastikan bahwa produksi dalam daerah tetap berjalan dan distribusi tidak mengalami hambatan. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas peternakan menjelang HBKN,” tegas Dien.
Di Gudang Bulog Sidomulyo, ketersediaan stok dinyatakan aman. Stok beras PSO tercatat mencapai 5.517 ton, stok Minyakita berada di 222.216 liter, serta gula dalam berbagai kemasan dengan total puluhan ton. Gudang ini juga menerima perpindahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Lampung sebesar 23.000 ton. Namun, kapasitas gudang yang hanya mampu menampung sekitar 12.000 ton membuat kebutuhan gudang filial tambahan menjadi perhatian. Secara umum, stok dinilai mencukupi untuk wilayah Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, dan Seluma.
Pimpinan Perum Bulog Wilayah Bengkulu, Dody Syahrial menegaskan bahwa pihaknya siap menjaga pasokan dan memperkuat distribusi.
“Kami memastikan stok beras dan minyak goreng dalam kondisi aman untuk kebutuhan masyarakat menjelang puasa dan Idulfitri. Jika diperlukan, kami siap melakukan langkah percepatan distribusi agar tidak terjadi gejolak harga di tingkat konsumen,” ujar Dody.
Sementara itu, pada kesempatan berbeda, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Ditjen PKH, Kementerian Pertanian, Makmun, menyampaikan bahwa saat ini stok produk peternakan di pasar cukup tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
"Saat ini, pemerintah dan pelaku usaha bekerja sama memastikan distribusi berjalan lancar, stok aman, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Mari kita jaga ketenangan, di hulu jangan menaikkan harga, di bandar maupun di pasar juga, sehingga masyarakat dapat menikmati daging dengan harga yang terjangkau," ucap dia.
Sementara itu, di ritel modern Fresh Kapuas, harga komoditas terpantau sesuai HET, dengan beras premium berkisar Rp15.000–Rp15.400/kg dan gula kemasan Rp17.500/kg. Ke depan, Satgas Saber akan terus memperkuat pengawasan pasokan dan harga pangan, termasuk menelusuri rantai distribusi beras premium serta distribusi telur dan daging ayam di tingkat peternak. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga menjelang HBKN. (H-2)
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved