Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Kementan Pastikan Pasokan dan Harga Cabai Terkendali

Ihfa Firdausya
20/3/2026 15:22
Kementan Pastikan Pasokan dan Harga Cabai Terkendali
Ilustrasi.(Dok.MI)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menyatakan terjaganya pasokan cabai berdampak pada harga yang semakin terkendali. Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Muh. Taufiq Ratule menegaskanstabilitas cabai tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, mulai dari petani, champion hortikultura, hingga pemerintah daerah.

“Produksi yang meningkat di berbagai sentra telah mampu mengompensasi lonjakan permintaan, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan. Ini menunjukkan sistem produksi dan distribusi kita semakin solid,” ucapnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (20/3).

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Muh. Agung Sunusi menambahkan bahwa penguatan konektivitas distribusi akan terus dilakukan.

“Panen cabai saat ini tersebar di berbagai wilayah sentra produksi seperti Garut, Blitar, dan Magelang, dan kami pastikan distribusinya berjalan lancar hingga ke pasar-pasar utama, termasuk di Jakarta. Melalui aksi hadirkan cabai harga terjangkau, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengakses komoditas ini sesuai HAP, sekaligus menjaga kesejahteraan petani,” paparnya.

Tren perbaikan harga cabai disampaikan Mbah Yono, pelaku usaha percabaian di Pasar Pare, Kediri, Jawa Timur. Ia menyebut dalam beberapa hari terakhir terjadi penurunan harga aneka cabai.

“Terutama cabai rawit merah, saat ini harga maksimal di kisaran Rp57.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat melampaui harga acuan di tingkat konsumen,” katanya.

Dari sisi petani, kondisi serupa juga terjadi. Sumarna selaku Champion Cabai Garut, Jawa Barat, mengonfirmasi adanya penurunan harga di tingkat produsen. 

“Harga cabai rawit merah hari ini berkisar Rp55.000 per kilogram, setelah beberapa hari sebelumnya sempat berada di atas harga acuan pemerintah. Ini sejalan dengan kondisi panen yang sedang tinggi,” jelasnya.

Kondisi harga yang semakin stabil ini ditopang oleh ketersediaan pasokan yang memadai. Berdasarkan data early warning system (EWS) Direktorat Jenderal Hortikultura, neraca produksi cabai pada Maret berada dalam kondisi surplus.

Cabai rawit merah diperkirakan surplus sebesar 46.868 ton dan cabai besar surplus 8.282 ton. Produksi yang melimpah menjadi faktor utama dalam menjaga keseimbangan pasar.

Surplus tersebut berasal dari sentra-sentra produksi utama seperti Kabupaten Garut, Kabupaten Blitar, dan Magelang yang saat ini tengah memasuki masa panen. Puncak panen di berbagai wilayah ini meningkatkan volume pasokan ke pasar, sehingga mampu mengompensasi lonjakan permintaan, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Nasional, Ardhy menilai kondisi produksi cabai yang tengah melimpah di berbagai sentra menjadi momentum penting untuk memperkuat stabilitas pasokan dan harga di pasar. Hal itu sekaligus membuka ruang optimal bagi penguatan distribusi oleh para pelaku usaha dan petani.

Senada, Juhara selaku champion cabai juga menyampaikan bahwa kondisi surplus ini memberikan ruang bagi petani untuk memperluas distribusi sekaligus mendukung program stabilisasi pemerintah.

“Panen berlangsung baik di berbagai sentra, sehingga pasokan melimpah dan bahkan surplus. Kami siap mendukung distribusi untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga,” ungkap Ardhy. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik