Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga di sekitar Kecamatan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah menyerbu bazar Ramadan pada Kamis (12/3). Mereka antre untuk membeli daging sapi yang dijual hanya Rp100 ribu, padahal di pasaran sudah menembus Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kg. Selain itu, warga juga mencari telur, minyak goreng serta beras dengan harga di bawah pasaran.
Pasar murah tersebut digelar di halaman Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Banyumas. Sejak jam 08.00 WIB, warga sudah antre terutama untuk mendapatkan daging sapi segar.
Salah seorang warga asal Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Siti, 58, mengatakan sejak pagi dirinya sudah antrea. “Saya ingin membeli daging sapi. Karena di pasaran sini sudah mencapai Rp130 ribu per kg. Tidak apa-apa antre, karena harga di bazar Ramadan murah, hanya Rp100 ribu per kg. Saya hanya beli 1 kg, karena memang dibatasi,”jelasnya.
Sementara Kurniasih, 31, warga Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, mengatakan selain mencari daging sapi, dia juga membeli telur. “Di sini, untuk daging sapi dibatasi 1 kg saja, karena supaya banyak warga yang mendapatkan. Selain daging sapi, saya juga membeli telur. Harganya juga lebih murah daripada di pasaran. Di sini Rp27 ribu per kg, sementara di pasaran bisa sampai Rp31 ribu per kg,”katanya.
Sementara Kepala BBPTUHPT Baturraden Dani Kusworo mengatakan Bazar Ramadan yang digelar disambut antusias masyarakat. “Memang, salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar,”ujarnya.
Dani mengungkapkan bazar yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut menyediakan berbagai produk kebutuhan pokok dan hasil peternakan. Sedikitnya terdapat 16 stan yang menjual beragam produk, mulai dari daging sapi, telur, beras, minyak goreng, hingga berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Harga yang ditawarkan dalam bazar tersebut memang lebih rendah dari harga pasaran sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat selama Ramadan. Daging sapi dijual Rp100 ribu per kilogram, sementara di pasaran bisa mencapai sekitar Rp130 ribu bahkan lebih,” jelasnya.
Ia mengatakan sebanyak 180 kilogram daging sapi disediakan dalam bazar tersebut. Namun, tingginya minat masyarakat membuat stok daging langsung habis dalam waktu sekitar satu jam sejak penjualan dibuka. Untuk menjaga pemerataan, panitia membatasi pembelian daging maksimal satu kilogram per orang.
Selain daging sapi, telur juga menjadi komoditas yang banyak diburu warga. Dalam kegiatan ini, sekitar tiga kuintal telur disediakan dengan harga Rp27 ribu per kg, lebih murah dibanding harga pasar yang berkisar Rp31 ribu per kg. Sementara itu, beras yang dijual merupakan pasokan dari Perum Bulog dengan jumlah sekitar 1 hingga 1,5 ton. Produk tersebut juga dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Menurut Dani, kegiatan bazar Ramadan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka. “Masyarakat tinggal datang dan bisa langsung membeli berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih murah,” katanya.
Untuk pembelian telur, masyarakat juga dibatasi sekitar 2 hingga 3 kilogram per orang agar lebih banyak warga yang bisa mendapatkan manfaat. “Dengan melihat tingginya antusiasme warga, kami berencana menambah stok komoditas pada kegiatan berikutnya pada Jumat. Permintaan masyarakat terhadap daging sapi diperkirakan mencapai 2-3 kuintal. Begitu pula dengan telur yang rencananya juga akan ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,”tambahnya.(H-2)
MEMASUKI H+2 lebaran 22 Maret 2026 harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional, Tasikmalaya, Jawa Barat turun menjadi Rp160 ribu per kg.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, permintaan masyarakat terhadap stok daging sapi cenderung meningkat.
HARGA daging sapi di Kota Sukabumi, Jawa Barat, naik jadi Rp150 ribu per kilogram pada H-4 Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (17/3).
MENJELANG Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah permintaan daging sapi di Sungailiat Bangka, Provinsi Bangka Belitung, mengalami peningkatan yang signifikan.
Pemerintah membantah klaim bahwa harga daging kerbau beku di pasaran jauh melampaui harga acuan pembelian (HAP) konsumen sebesar Rp80.000 per kilogram.
Pemerintah telah menetapkan koridor harga daging sapi di tingkat konsumen dalam rentang Rp105.000 hingga Rp140.000 per kg.
Harga kedua komoditas itu turun sebesar 5,53 persen untuk bawang merah dan 1,25 persen bawang putih honan. Harga bawang merah kini menjadi Rp38.968 per kilogram.
Selain cabai merah, komoditas lain juga turun harga. Di antaranya, telur ayam ras turun Rp133 dari Rp29.735 menjadi Rp29.602/kg, cabai rawit turun Rp2.484 dari Rp43.834 menjadi Rp41.350/kg.
Harga cabai merah di Aceh melonjak hingga Rp60.000 per kg saat Lebaran 2026. Simak penyebab dan pantauan harga terbaru di Pasar Pante Teungoh Sigli.
Kementan menyatakan terjaganya pasokan cabai berdampak pada harga cabai yang semakin terkendali.
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
DEWAN Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved