Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI pekan ke-10 Ramadan, para pelaku usaha kuliner di Kota Batam, khususnya pemilik rumah makan Padang, mulai menjerit akibat lonjakan harga daging sapi.
Kenaikan biaya produksi yang drastis ini memaksa mereka memutar otak demi menjaga kelangsungan bisnis di tengah daya beli masyarakat yang rentan.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, harga daging sapi beku kini rata-rata berada di atas Rp110.000 per kilogram, melonjak signifikan dari harga normal yang berkisar Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi segar di sejumlah pasar tradisional bahkan telah menyentuh angka Rp150.000 per kilogram.
Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi rumah makan Padang yang sangat bergantung pada pasokan daging sapi untuk menu unggulan seperti rendang dan gulai.
Luki, 29, pemilik Restoran Aden Suko di kawasan Batam Centre, mengaku terpaksa memangkas volume pembelian bahan baku akibat kenaikan harga tersebut.
“Pelanggan seperti penjual rumah makan Padang tetap beli, tapi jumlahnya berkurang. Biasanya ambil lima kilogram, sekarang cuma dua kilogram,” ujar Luki, Sabtu (28/2).
Penurunan volume pembelian ini tidak hanya menyulitkan pengusaha rumah makan, tetapi juga memukul omzet pedagang daging di pasar yang dilaporkan merosot hingga hampir 50% dibandingkan hari biasa.
Selain daging, tekanan ekonomi juga datang dari kenaikan harga komoditas pokok lainnya seperti beras, gula, dan ayam. Yudhi, 32, seorang pedagang makanan di Batam Centre, mengeluhkan margin keuntungan yang kian menipis. Ia mengaku dilematis untuk menaikkan harga jual karena khawatir akan kehilangan pelanggan.
“Harga bahan baku naik semua, tapi kalau harga makanan dinaikkan terlalu tinggi, pelanggan bisa kabur. Akhirnya kami cuma bisa kurangi margin,” keluh Yudhi.
Ia pun menyayangkan minimnya pengawasan petugas di lapangan saat situasi pasar mulai tidak kondusif.
Untuk bertahan, para pengusaha kuliner umumnya menerapkan dua strategi utama: menyesuaikan porsi daging dalam setiap sajian atau menaikkan harga secara bertahap untuk menu berbahan dasar sapi.
Beberapa di antaranya juga mulai menawarkan lebih banyak lauk alternatif seperti telur dan ayam agar harga tetap terjangkau oleh konsumen.
Di sisi lain, respons dari otoritas terkait cenderung normatif. Pihak Disperindag Batam menilai tren kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan adalah fenomena tahunan yang masih dalam batas wajar.
"Sebenarnya kami tidak perlu ke lapangan, cukup bertanya pada pedagang. Yang paling penting tidak melebihi HET," ujar salah satu petugas Disperindag Batam saat dikonfirmasi.
Sikap dingin dari otoritas ini kontras dengan harapan para pelaku UMKM. Mereka sangat menantikan langkah konkret dari pemerintah untuk menstabilkan harga pangan agar roda ekonomi kecil tetap bisa berputar tanpa harus mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat. (Z-1)
Tubuh memang membutuhkan protein dari daging, tetapi jika dikonsumsi berlebihan, kandungan lemak jenuh, kolesterol, dan purin dapat menumpuk dan berdampak buruk bagi kesehatan.
Pemerintah telah menetapkan koridor harga daging sapi di tingkat konsumen dalam rentang Rp105.000 hingga Rp140.000 per kg.
Dalam pola makan seimbang, daging berperan penting untuk pertumbuhan, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan diolah dengan cara sehat
Perumda Dharma Jaya memastikan bahwa stok daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah aman.
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
Pemerintah membantah klaim bahwa harga daging kerbau beku di pasaran jauh melampaui harga acuan pembelian (HAP) konsumen sebesar Rp80.000 per kilogram.
Pemerintah telah menetapkan koridor harga daging sapi di tingkat konsumen dalam rentang Rp105.000 hingga Rp140.000 per kg.
Tingginya permintaan didorong oleh kebutuhan masyarakat untuk memasak daging sapi sebagai menu berbuka puasa dan sahur.
Kementan mempercepat pengembangan investasi peternakan sapi skala besar di Kalimantan Tengah dengan target populasi mencapai 200 ribu ekor dalam satu kawasan terintegrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved