Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Permintaan Meningkat Drastis, Harga Telur dan Cabai Melonjak Jelang Idulftiri

Lina Herlina
09/3/2026 17:48
Permintaan Meningkat Drastis, Harga Telur dan Cabai Melonjak Jelang Idulftiri
Peninjauan harga pangan.(Mi/Lina Herlina)

MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik. Dua komoditas yang paling menonjol mengalami lonjakan adalah telur ayam dan cabai rawit, yang dalam sepekan terakhir mencatat kenaikan signifikan. 

Di Pasar Terong, harga telur ayam kini mencapai Rp58 ribu per rak, naik dari posisi sebelumnya yang hanya Rp53 ribu hingga Rp55 ribu per rak. 

Haidir, seorang pedagang telur di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa kenaikan ini sudah terasa sejak awal Ramadan. 

"Awal Ramadan saya masih jual Rp53 ribu sampai Rp55 ribu per rak. Sekarang sudah tembus Rp58 ribu," ujarnya, Senin (9/3). Meski harga naik, Haidir memastikan pasokan telur dari Sidrap tetap lancar. Justru permintaan melonjak drastis. 

"Kalau hari biasa saya hanya jual sekitar 70 rak per hari. Sekarang selama Ramadan bisa sampai 100 rak per hari, dan kemungkinan akan terus naik menjelang Lebaran," tambahnya. 

Lonjakan harga yang lebih tajam terjadi pada cabai rawit. Komoditas itu kini dijual Rp60 ribu per kilogram, melonjak jauh dibanding awal Ramadan yang masih berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Harga cabai merah besar dan cabai keriting terpantau stabil, masing-masing Rp15 ribu dan Rp20 ribu per kilogram. 

Berbeda dengan telur dan cabai, harga ayam potong justru menunjukkan tren penurunan. Faisal, pedagang ayam di Pasar Terong, menyebut harga ayam ukuran dua kilogram kini turun ke Rp60 ribu per ekor. Padahal di awal Ramadan, sempat melonjak hingga Rp68 ribu. 

"Harga mulai normal lagi. Tapi belum tahu nanti menjelang Lebaran, bisa jadi naik lagi. Untuk sekarang stok aman dan harga terkendali," jelasnya. 

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Bank Indonesia, Bulog, dan dinas terkait telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan tidak ada permainan harga di tingkat distributor.

"Beberapa komoditas memang naik seperti daging ayam, telur, dan cabai. Tapi kenaikannya masih relatif kecil, antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Ini lebih dipengaruhi cuaca dan tingginya permintaan selama Ramadan," terangnya. 

Ia juga menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong peningkatan permintaan, namun tidak sampai mengganggu stok pasokan. 

"Kami akan tindak tegas jika ada oknum yang sengaja menahan pasokan atau menghambat distribusi. Sanksinya bisa denda minimal Rp1 miliar," tegas Hasiholan. Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta, memastikan stok beras di wilayahnya sangat aman. Saat ini Bulog memiliki cadangan beras mencapai 526 ribu ton. 

"Harga beras medium dan premium masih stabil. Kami juga memantau harga Minyakita yang masih sesuai HET dan pasokannya lancar," tutupnya. 

Dengan berbagai gejolak harga ini, masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak panik, karena pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya