Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik. Dua komoditas yang paling menonjol mengalami lonjakan adalah telur ayam dan cabai rawit, yang dalam sepekan terakhir mencatat kenaikan signifikan.
Di Pasar Terong, harga telur ayam kini mencapai Rp58 ribu per rak, naik dari posisi sebelumnya yang hanya Rp53 ribu hingga Rp55 ribu per rak.
Haidir, seorang pedagang telur di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa kenaikan ini sudah terasa sejak awal Ramadan.
"Awal Ramadan saya masih jual Rp53 ribu sampai Rp55 ribu per rak. Sekarang sudah tembus Rp58 ribu," ujarnya, Senin (9/3). Meski harga naik, Haidir memastikan pasokan telur dari Sidrap tetap lancar. Justru permintaan melonjak drastis.
"Kalau hari biasa saya hanya jual sekitar 70 rak per hari. Sekarang selama Ramadan bisa sampai 100 rak per hari, dan kemungkinan akan terus naik menjelang Lebaran," tambahnya.
Lonjakan harga yang lebih tajam terjadi pada cabai rawit. Komoditas itu kini dijual Rp60 ribu per kilogram, melonjak jauh dibanding awal Ramadan yang masih berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Harga cabai merah besar dan cabai keriting terpantau stabil, masing-masing Rp15 ribu dan Rp20 ribu per kilogram.
Berbeda dengan telur dan cabai, harga ayam potong justru menunjukkan tren penurunan. Faisal, pedagang ayam di Pasar Terong, menyebut harga ayam ukuran dua kilogram kini turun ke Rp60 ribu per ekor. Padahal di awal Ramadan, sempat melonjak hingga Rp68 ribu.
"Harga mulai normal lagi. Tapi belum tahu nanti menjelang Lebaran, bisa jadi naik lagi. Untuk sekarang stok aman dan harga terkendali," jelasnya.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Bank Indonesia, Bulog, dan dinas terkait telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan tidak ada permainan harga di tingkat distributor.
"Beberapa komoditas memang naik seperti daging ayam, telur, dan cabai. Tapi kenaikannya masih relatif kecil, antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Ini lebih dipengaruhi cuaca dan tingginya permintaan selama Ramadan," terangnya.
Ia juga menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong peningkatan permintaan, namun tidak sampai mengganggu stok pasokan.
"Kami akan tindak tegas jika ada oknum yang sengaja menahan pasokan atau menghambat distribusi. Sanksinya bisa denda minimal Rp1 miliar," tegas Hasiholan. Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta, memastikan stok beras di wilayahnya sangat aman. Saat ini Bulog memiliki cadangan beras mencapai 526 ribu ton.
"Harga beras medium dan premium masih stabil. Kami juga memantau harga Minyakita yang masih sesuai HET dan pasokannya lancar," tutupnya.
Dengan berbagai gejolak harga ini, masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak panik, karena pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya. (LN/E-4)
KENAIKAN harga telur ayam sebagai salah satu bahan pokok yang tergolong tinggi di Provinsi Aceh tergolong cukup meresahkan.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved