Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan di seluruh kabupaten/kota di DIY menjelang Hari Raya Idulfitri. Beberapa bahan pangan yang harganya tidak stabil pun menjadi perhatian, salah satunya harga cabai.
"Kami telah mengantisipasi peningkatan permintaan pada h-10 dengan penguatan stok dan koordinasi distribusi," terang Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sekda Pemda DIY, Rabu (4/3). Pihaknya memastikan pasokan aman, harga terkendali, dan distribusi terjaga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah harus cabai rawit merah. Pasalnya, saat pemantauan yang dilakukan pada beberapa hari yang lalu, harga cabai rawit merah sudah turun, tetapi pada hari ini, harganya sudah kembali naik.
"Kemarin sudah turun, tetapi hari ini memang naik lagi," terang dia.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram. Pihaknya pun akan terus memantau pergerakan harga cabai tersebut.
Selain itu, harga bahan pokok yang patutu diwasapadai akan kembali naik adalah daging ayam dan telur ayam.
"Kami tidak mentolerir tindakan praktik penimbunan, gangguan distribusi, hingga kenaikan harga yang tidak wajar," terang dia.
Dalam upaya mencapai stabilitas harga dan pasokan, Pemda DIY juga mengajak masyarakat untuk belanja mengutamakan kebutuhan, belanja bijak dan hemat, serta tetap rasional dalam berkonsumsi. “Belanja bijak samadya adalah kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi,” imbuhnya.
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto menambahkan, hasil pemantauan TPID DIY di kabupaten/kota se-DIy yang telah dilakukan satu minggu belakangan menunjukkan adanya perbedaan harga yang tipis antarwilayah di DIY. Selain itu, kenaikan harga pada beberapa komoditas terjadi karena faktor cuaca.
“Lewat Surat edaran Gubernur DIY, kepada bupati/wali kota juga telah diimbau untuk menjaga inflasi, mengintensifkan pemantauan harga komoditas pangan, dan memprioritaskan perjalanan kendaraan pengangkut komoditas pangan. Selain itu, kami juga mengintensifkan serta optimalisasi intervensi pasar, serta melakukan moral suasion dalam pengelolaan ekspektasi masyarakat,” tutup dia. (H-2)
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved