Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Sidak Pasar Tradisional dan Ritel, Wali Kota Makassar Temukan Harga Cabai Mulai Meroket

Lina Herlina
12/3/2026 16:04
Sidak Pasar Tradisional dan Ritel, Wali Kota Makassar Temukan Harga Cabai Mulai Meroket
Ilustrasi(MI/LINA HERLINA)

TUJUH hari menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tidak mau tinggal diam. Dengan mengenakan kemeja putih dan didampingi jajaran tim terpadu, ia menyusuri lorong-lorong Pasar Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kamis (12/3/2026) untuk memastikan harga bahan pokok tidak meroket dan stok aman hingga lebaran.

Wali Kota yang akrab disapa Appi itu,  berhenti di setiap lapak. Ia berdialog  dengan para penjual, menanyakan harga beras, minyak goreng, daging ayam, telur, hingga kelapa. Hasilnya, sejumlah komoditas masih stabil, namun ada juga yang naik, tapi ada yang turun.

"Memang ada beberapa yang naik, tapi masih dalam tahap wajar. Yang kenaikannya cukup tinggi itu cabai merah dan cabai besar," ungkap Appi kepada awak media usai sidak.

Ia menjelaskan, aktivitas pasar di H-7 ini belum menunjukkan puncak keramaian. Menurutnya, lonjakan pembelian diprediksi baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan menjelang hari raya.

Menariknya, di tengah kekhawatiran kenaikan harga, ada kabar gembira dari komoditas kelapa. Appi mengungkapkan bahwa harga kelapa justru mengalami penurunan. Fenomena ini dipicu oleh kebijakan larangan ekspor yang membuat pasokan di dalam negeri melimpah.

"Saya tanya kenapa kelapa turun, ternyata karena ada kebijakan larangan ekspor. Itu bagus, pasokan melimpah, harga ikut turun," jelasnya.

Sementara itu, komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen. Namun, Appi menilai kenaikan ini masih dalam batas toleransi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.

Dari sekian banyak komoditas, perhatian khusus Wali Kota tertuju pada telur. Appi menginstruksikan jajarannya untuk mengontrol arus distribusi telur agar tidak terjadi kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar.

"Telur ini penggunaannya akan sangat banyak sekali saat lebaran. Stok harus dijaga betul, distribusinya kita kawal agar harganya tetap stabil," tegasnya.

Terkait daya beli warga, Appi mengakui kondisinya beragam. Berdasarkan informasi dari para pedagang, ada yang mengeluhkan penjualan menurun dibanding tahun lalu, namun ada juga yang mengaku stabil bahkan meningkat.

"Kalau saya lihat, secara umum relatif sedikit menurun. Tapi ini masih dinamis, tergantung lokasi dan komoditasnya," ujarnya.

Pasar Murah di 9 Titik Setiap Hari

Untuk meringankan beban warga sekaligus menjadi alat kendali harga, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan menggencarkan program pasar murah. 

Tidak main-main, program ini digelar setiap hari di sembilan titik berbeda yang tersebar di seluruh kecamatan.

"Kami ingin memastikan masyarakat punya acuan harga. Dengan adanya pasar murah, pedagang di pasar tradisional punya pembanding, sehingga tidak semena-mena menaikkan harga yang memberatkan warga," terang Appi.

Ia menambahkan, pasar murah ini juga menjadi instrumen intervensi pemerintah agar harga di pasaran tetap terkendali hingga hari raya tiba.

Usai memantau pasar tradisional, Munafri bersama tim pengawasan terpadu melanjutkan inspeksi ke Hypermart di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, serta mengecek langsung pelaksanaan pasar murah di Kantor Lurah Panaikang.

Langkah ini memastikan bahwa pengawasan tidak hanya menyentuh pasar tradisional, tetapi juga ritel modern, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan pangan benar-benar terjaga di seluruh lini menjelang Idul Fitri.

"Dengan sinergi ini, kami optimis harga tetap terkendali dan masyarakat Makassar bisa merayakan lebaran dengan tenang dan bahagia," pungkas Appi. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya