Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
TUJUH hari menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tidak mau tinggal diam. Dengan mengenakan kemeja putih dan didampingi jajaran tim terpadu, ia menyusuri lorong-lorong Pasar Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kamis (12/3/2026) untuk memastikan harga bahan pokok tidak meroket dan stok aman hingga lebaran.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu, berhenti di setiap lapak. Ia berdialog dengan para penjual, menanyakan harga beras, minyak goreng, daging ayam, telur, hingga kelapa. Hasilnya, sejumlah komoditas masih stabil, namun ada juga yang naik, tapi ada yang turun.
"Memang ada beberapa yang naik, tapi masih dalam tahap wajar. Yang kenaikannya cukup tinggi itu cabai merah dan cabai besar," ungkap Appi kepada awak media usai sidak.
Ia menjelaskan, aktivitas pasar di H-7 ini belum menunjukkan puncak keramaian. Menurutnya, lonjakan pembelian diprediksi baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan menjelang hari raya.
Menariknya, di tengah kekhawatiran kenaikan harga, ada kabar gembira dari komoditas kelapa. Appi mengungkapkan bahwa harga kelapa justru mengalami penurunan. Fenomena ini dipicu oleh kebijakan larangan ekspor yang membuat pasokan di dalam negeri melimpah.
"Saya tanya kenapa kelapa turun, ternyata karena ada kebijakan larangan ekspor. Itu bagus, pasokan melimpah, harga ikut turun," jelasnya.
Sementara itu, komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen. Namun, Appi menilai kenaikan ini masih dalam batas toleransi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.
Dari sekian banyak komoditas, perhatian khusus Wali Kota tertuju pada telur. Appi menginstruksikan jajarannya untuk mengontrol arus distribusi telur agar tidak terjadi kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar.
"Telur ini penggunaannya akan sangat banyak sekali saat lebaran. Stok harus dijaga betul, distribusinya kita kawal agar harganya tetap stabil," tegasnya.
Terkait daya beli warga, Appi mengakui kondisinya beragam. Berdasarkan informasi dari para pedagang, ada yang mengeluhkan penjualan menurun dibanding tahun lalu, namun ada juga yang mengaku stabil bahkan meningkat.
"Kalau saya lihat, secara umum relatif sedikit menurun. Tapi ini masih dinamis, tergantung lokasi dan komoditasnya," ujarnya.
Untuk meringankan beban warga sekaligus menjadi alat kendali harga, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan menggencarkan program pasar murah.
Tidak main-main, program ini digelar setiap hari di sembilan titik berbeda yang tersebar di seluruh kecamatan.
"Kami ingin memastikan masyarakat punya acuan harga. Dengan adanya pasar murah, pedagang di pasar tradisional punya pembanding, sehingga tidak semena-mena menaikkan harga yang memberatkan warga," terang Appi.
Ia menambahkan, pasar murah ini juga menjadi instrumen intervensi pemerintah agar harga di pasaran tetap terkendali hingga hari raya tiba.
Usai memantau pasar tradisional, Munafri bersama tim pengawasan terpadu melanjutkan inspeksi ke Hypermart di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, serta mengecek langsung pelaksanaan pasar murah di Kantor Lurah Panaikang.
Langkah ini memastikan bahwa pengawasan tidak hanya menyentuh pasar tradisional, tetapi juga ritel modern, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan pangan benar-benar terjaga di seluruh lini menjelang Idul Fitri.
"Dengan sinergi ini, kami optimis harga tetap terkendali dan masyarakat Makassar bisa merayakan lebaran dengan tenang dan bahagia," pungkas Appi. (H-2)
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved