Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG Ramadan harga sejumlah barang kebutuhan di sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai bergerak naik, kebutuhan meningkat dan stok barang di sejumlah pasar tradisional berkurang diduga menjadi penyebabnya.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (11/2) harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah di Jawa Tengah mulai bergerak naik. Jelang Ramadan kebutuhan warga semakin meningkat karena banyaknya kegiatan yang memerlukan barang kebutuhan pokok tersebut.
Harga beras baik kelas medium maupun premium kejadian 5 kilogram naik dari sebelumnya Rp65 ribu-Rp75 ribu naik menjadi Ro70 ribu-Rp80 ribu, daging ayam potong dari Ro37 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, telur ayam ras dari Rp28 ribu kini mencapai Rp32 ribu per kilogram, bawang merah dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.
Demikian juga cabai merah dari sebelumnya Rp60 ribu naik menjadi Rp70 ribu per kilogram, rawit merah dari sebelumnya Rp50 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram, Tomat dari Rp5.000 menjadi Rp10 ribu per kilogram, kentang dari Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram dan wortel naik dari Rp8.000 mengadi Rp12 ribu per kilogram.
"Harga kebutuhan kembali kembali bergerak naik mendekati Ramadan ini, kebutuhan meningkat tetapi ketersediaan barang berkurang seperti sayuran dan bumbu dapur," ujar Wartini,45, seorang pedagang sembako di Pasar Salatiga.
Hal serupa juga diungkapkan Purwanto, pedang bawang merah di Pasar MAJT Kota Semarang bahwa akibat cuaca dan banjir hingga daerah sentra gawang belum panen, mengakibatkan stok dagangan tersedia berkurang sehingga harga kembali naik cukup dratis jenjang Ramadan ini, sedangkan permintaan pasar meningkat.
Seorang pedagang daging ayam di Pasar Weleri, Kendal mengungjapkan harga daging ayam potong terus meningkat setiap hari berkisar Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram, sehingga dalam tiga hari terakhir kenaikan sudah mencapai Rp3.000 per kilogram. "Ayam potong dan telur sudah naik harganya sejak dari peternak, karena harga pakan ternak naik," tambahnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Dyah Lukisari mengatakan bahwa jelang Ramadan ini ketersediaan barang kebutuhan pokok di sejumlah daerah di Jawa Tengah tetapbaman, meskipun potensi kenaikan harga mengadi perhatian serius untuk segera diantisipasi.
"Kita waspadai kenaikan harga kebutuhan pokok, kareba pada momentum seperti ini biasanya dimanfaatkan pedagang untuk mencari keuntungan lebih," kata Dyah Lukisari.
Sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga yang tidak wajar, ungkap Dyah Lukisari, tejah dikakukan koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (BON) dan Direktorat Reskrimsus Polda Jawa Tengah untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan dengan fokus ketersediaan barang, distribusi maupun harga.
"Seorian jelang Ramadan nanti kita akan turun lakukan memantauan harga langsung di berbagai pasar di daerah di Jawa Tengah, jika harga mulai tidak terkendali tidak menutup kemungkinan kita fejar operasi pasar," imbuhnya. (H-2)
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mulai mengalami perubahan menjelang bulan suci Ramadhan.
HARGA cabai merah keriting di Bengkulu, Provinsi Bengkulu, turun menjadi Rp30 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir akibat pasokan mulai normal.
Harga cabai turun dari Rp80 ribu-Rp90 ribu per kg menjadi Rp60 ribu-Rp70 ribu, bawang merah anjlok dari Rp60 ribu-Ro65 ribu per kg kini Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg.
Harga cabai meroket dan memicu keluhan pedagang maupun pembeli. Lonjakan ini mulai terasa sejak Rabu (17/12) dan terus berlanjut hingga Jumat (19/12).
Harga bawang merah kini tembus Rp42 ribu per kilogram, naik sekitar 40–50 persen, harga kacang panjang Rp21 ribu per kilogram, naik 75 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved