Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Harga Sembako di Gunungkidul Naik Jelang Lebaran 2026, Pemkab Siapkan Operasi Pasar

Ardi Teristi Hardi
25/2/2026 21:12
Harga Sembako di Gunungkidul Naik Jelang Lebaran 2026, Pemkab Siapkan Operasi Pasar
Ilustrasi(MI/ARDI TERISTI)

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntari Ningsih, melakukan pemantauan intensif terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok di sejumlah titik strategis pada Rabu (25/2/2026). Peninjauan ini menyasar Pasar Semin, Agen LPG PT Gasindo Kerto Raharjo, hingga Gapoktan Maguru di Pulutan, Wonosari.

Bupati Endah mengungkapkan bahwa rentetan hari besar keagamaan, mulai dari Ramadan, Idulfitri, Imlek, hingga Paskah, memicu lonjakan permintaan masyarakat yang berdampak pada fluktuasi harga di pasar.

Komoditas Pangan Mulai Merangkak Naik

Berdasarkan hasil pantauan langsung kepada para pedagang, sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan. Kelompok sembako seperti telur, cabai, gula, hingga minyak goreng menjadi sorotan utama karena pergerakan harganya yang cukup signifikan.

Komoditas Harga Per Kilogram/Satuan
Cabai Rawit Merah Rp80.000
Bawang Merah Rp40.000
Daging Ayam Rp40.000
Bawang Putih Rp35.000
Bawang Bombai Rp32.000
Telur Ayam Rp30.000
Cabai Merah Keriting Rp30.000
Minyak Goreng (Fortune) Rp19.000
Gula Pasir Rp17.000
Beras Premium Rp14.000
Beras Medium Rp13.000
Daging Sapi Rp130.000

Distribusi Energi dan Stok Beras Lokal

Selain pangan, TPID juga memastikan kelancaran distribusi energi. Di Agen LPG PT Gasindo Kerto Raharjo, distribusi terpantau stabil dengan volume 2.240 tabung per hari (hasil dari 560 tabung x 4 LO) untuk menyuplai 102 pangkalan di wilayah Gunungkidul.

Sementara itu, di sektor perberasan, Gapoktan Maguru di Pulutan melaporkan kapasitas giling mencapai 1,5 ton per hari. Harga jual beras dari Gapoktan ke tingkat pedagang saat ini berada di kisaran Rp12.500 hingga Rp13.000 per kilogram.

Strategi Intervensi: Operasi Pasar dan Toko Penjaga Inflasi

Menanggapi tren kenaikan harga ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul telah menyiapkan skenario intervensi strategis. Rencana tersebut juga telah dilaporkan secara resmi kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Bupati Endah menegaskan pihaknya telah menjadwalkan kembali operasi pasar menjelang Idulfitri. Sebelumnya, langkah intervensi untuk komoditas gula, minyak, dan beras telah berjalan konsisten hingga putaran keenam.

Menanggapi aspirasi pedagang di Pasar Semin terkait penambahan kuota "Toko Penjaga Inflasi" yang saat ini berjumlah 40 unit, Bupati menyatakan akan segera melakukan koordinasi teknis. "Akan segera kami bicarakan teknisnya dengan kepala dinas terkait untuk menambah jangkauan toko penjaga inflasi," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya